Terpaksa PHK demi Bertahan disaat Pandemi

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jurusan Ilmu Komunikasi
Konten dari Pengguna
30 Oktober 2020 11:48
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Hanan Widiasmara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Beberapa karyawan terpaksa diliburkan.
zoom-in-whitePerbesar
Beberapa karyawan terpaksa diliburkan.
Perusahaan yang bergerak dibidang jasa sejak tahun 1996 yakni "UD MIKOLA MOTOR" terletak di Jln.HM Sarbini No.172 B , Kebumen terpaksa meliburkan beberapa karyawannya demi mempertahankan usahanya tersebut. Poliyadi selaku pemilik perusahaan mengatakan, alasan meliburkan beberapa karyawan tak lain karena omset yang berkurang sehingga tidak mencukupi gaji para karyawan. Menurutnya, dengan adanya pandemi ini membuat beberapa karyawan lebih giat dalam bekerja.
ADVERTISEMENT
" Ya karena faktor kebutuhan yang meningkat jadinya mereka lebih menghargai pekerjaannya." ujar Poliyadi selaku pemilik UD MIKOLA MOTOR, Jumat (30/10).
Sedangkan karyawan yang diliburkan mendapat pesangon dari hasil bekerja sebelumnya.
Karyawan sedang mencuci motor.
zoom-in-whitePerbesar
Karyawan sedang mencuci motor.
"Kalo pesangon ada tapi ga seberapa, setidaknya dari perusahaan sudah memberikan yang terbaik untuk karyawannya," ujarnya.
Menurut Poliyadi, beberapa karyawan yang masih bertahan menjadi lebih giat dalam bekerja, menurutnya dengan adanya pandemi ini para karyawan lebih menghargai pekerjaannya.
Poliyadi mengungkapkan penghasilan dari usaha cuciannya tidak bisa menjadi tumpuan dikala pandemi, ia mengatakan sudah membuka usaha lain demi menutup kekurangan yang dialami perusahaannya saat ini.
" Ya gimana lagi mas kalo ngandelin ini (Usaha cuci motor) doang mah ga cukup, saya juga memproduksi semir dan sampo juga buat tambahan penghasilan." ujarnya.
ADVERTISEMENT
Ia mengatakan semir dan sampo yang digunakan juga hasil produksi dari perusahaannya tersebut, selain digunakan sendiri juga dipasarkan kepada usaha jasa cuci motor lainnya.
" untuk pemasaran semir dan samponya alhamdulillah udah lumayan luas mas, bisa menutup kekurangan cuciannya," ujarnya.
Poliyadi berharap semoga pandemi saat ini segera usai dan perekonomian Indonesia segera bangkit, ia juga menuturkan bahwa bahan pembuatan semir sampo meningkat drastis akibat pandemi karena kurs dollar yang naik.
" ya bahan yang kita ambil dari luar jadi harga ngikutin kurs dollar ," ujarnya.
Ia menuturkan dengan adanya pandemi ini banyak pengusaha kecil yang banting harga demi mendapatkan pelanggan.