Opini & Cerita
·
27 September 2020 11:20

Sering Kena Tilang saat Motoran? Ini Syarat Sah/Tidaknya Polisi Melakukan Razia

Konten ini diproduksi oleh Handika Faqih Nugroho
Sering Kena Tilang saat Motoran? Ini Syarat Sah/Tidaknya Polisi Melakukan Razia (131847)
Ilustrasi Razia Kendaraan Motor. (Foto: ANTARA FOTO/ Ardiansyah)
Seiring perkembangan zaman, masyarakat dimanjakan dan dimudahkan dengan akses teknologi yang salah satunya adalah kendaraan untuk mengakses jalan, agar segera sampai tempat yang dituju. Karena Indonesia adalah negara hukum, maka dalam mengendarai kendaraan bermotor kita harus menggunakan helm, SIM, dan STNK untuk keselamatan sendiri, orang lain, dan taat hukum tentunya.
ADVERTISEMENT
Pengendara kendaraan bermotor pasti pernah atau sering menjumpai aparat kepolisian melakukan razia kendaraan motor dan/atau mobil yang terkadang membuat pengendara takut atau deg-degan. Apakah razia yang diakukan polisi kepada anda sudah sesuai ketentuan hukum?
Amanat UU LLAJ 22/2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan
Saat akan mengendarai motor, diharuskan untuk berperilaku tertib dan/atau menghindari hal-hal yang merintangi, membahayakan keamanan dan keselamatan, atau menimbulkan kerusakan jalan untuk kepentingan umum dan diri kita sendiri. Di sisi lain, berdasarkan Pasal 106 Ayat (5) dan (8) UU LLAJ pada saat diadakan pemeriksaan/razia kendaraan bermotor di jalan, kita wajib menunjukan, yakni:
• Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor;
ADVERTISEMENT
• Surat Izin Mengemudi;
• bukti lulus uji berkala; dan / atau
• tanda bukti lain yang sah.
• Dan helm yang Standar Nasional Indonesia
Jadi, saat akan mengendarai motor, wajib hukumya mempersiapkan semua hal tersebut, agar saat berkendara aman, tenang, dan tertib. Selain bermanfaat untuk sendiri, tapi juga bermanfaat untuk orang lain.
Sah atau Tidaknya Aparat Polisi saat Melakukan Razia
Pada saat melakukan pemeriksaan/razia dari POLANTAS, mereka tidak bisa seenaknya sendiri dalam melakukan pemeriksaan/razia kendaraan bermotor, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Untuk aturannya sendiri diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Berdasarkan Pasal 3 PP 80/2012 yang diperiksa meliputi:
ADVERTISEMENT
• Surat Izin Mengemudi, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor,
• Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, atau Tanda Coba Kendaraan Bermotor;
• tanda bukti lulus uji bagi kendaraan wajib uji;
• fisik Kendaraan Bermotor;
• daya angkut dan/atau cara pengangkutan barang; dan/atau
• izin penyelenggaraan angkutan.
Yang pada praktiknya, Polisi hanya memeriksa SIM, STNK, TNKB, dan fisik kendaraan bermotor sesuai orisinil pabrik atau tidak. Kemudian syarat sahnya Polisi dalam melaksanakan pemeriksaan/razia, yaitu
- Pasal 15 Ayat (1) PP 80/2012, Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang melakukan Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan secara berkala atau insidental atas dasar Operasi Kepolisian dan/atau penanggulangan kejahatan wajib dilengkapi dengan surat perintah tugas.
ADVERTISEMENT
- Pasal 21 PP 80/2012, Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan secara berkala dan insidental dilakukan di tempat dan dengan cara yang tidak mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
- Pasal 22 PP 80/2012:
(1) Pada tempat Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan secara berkala dan insidental wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan, kecuali tertangkap tangan.
(2) Tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditempatkan pada jarak paling sedikit 50 (lima puluh) meter sebelum tempat pemeriksaan.
(3) Pemeriksaan yang dilakukan pada jalur jalan yang memiliki lajur lalu lintas dua arah yang berlawanan dan hanya dibatasi oleh marka jalan, ditempatkan tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada jarak paling sedikit 50 (lima puluh) meter sebelum dan sesudah tempat pemeriksaan.
ADVERTISEMENT
(4) Tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga mudah terlihat oleh pengguna jalan.
(5) Dalam hal Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dilakukan pada malam hari, petugas wajib:
a. menempatkan tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3);
b. memasang lampu isyarat bercahaya kuning; dan
c. memakai rompi yang memantulkan cahaya.
Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai sah atau tidaknya pemeriksaan/razia kendaraan bermotor. Jika ada yang janggal bisa ditanyakan mengenai Surat Perintah Tugasnya dan cek ada plang (tanda) dengan jarak 50 Meter atau tidak, dll. Jika hal-hal tersebut tidak terpenuhi, maka Polisi tidak sah dan/atau tidak berhak melakukan razia/pemeriksaan terhadap pengendara kendaraan bermotor.
ADVERTISEMENT

Handika Faqih Nugroho Mahasiswa Ilmu Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ketua Umum Komunitas Peradilan Semu 2019/2020