• 0

Bahaya Tagar #2019TetapPancasila dan #2019TetapAntiPKI

Bahaya Tagar #2019TetapPancasila dan #2019TetapAntiPKI


Beberapa pendukung Jokowi-Maruf meluncurkan tagar #2019TetapPancasila, lalu dibalas beberapa pendukung Prabowo-Sandi dengan #2019TetapAntiPKI. Bedanya tagar #2019TetapPancasila diluncurkan lewat kegiatan darat semacam konferensi pers, sementara #2019TetapAntiPKI dikeluarkan di medsos merespon #2019TetapPancasila.
Saya sebut beberapa, karena belum tentu semua pendukung kedua pasangan setuju dengan tagar tersebut. Yang terjadi di medsos setelah dua tagar itu keluar adalah, kedua pendukung lewat akun asli maupun anomim saling menunjukan bukti bahwa ada PKI di kubu Jokowi-Maruf dan ada HTI-Khilafah di kubu Prabowo-Sandi.
Bahayanya tidak semua masyarakat memahami apakah yang mengeluarkan tagar itu benar-benar mencurigai, menuduh atau sekadar strategi mempertahankan suara dan menambah suara baru. Apalagi yang mengeluarkan tagar itu adalah elit politik bukan warga. Kebiasaan elit politik meyakini pikirannya selalu mewakili warga tak selalu baik.
Tingkat bahaya yang tertinggi adalah ketika masyarakat benar-benar meyakini jika Prabowo-Sandi menang juga kemenangan HTI, sedangkan jika Jokowi-Maruf itu juga kemenangan PKI.
Maka akan sangat mungkin terjadi penghadangan di darat terhadap kegiatan Prabowo-Sandi oleh pihak-pihak yang meyakini isu tersebut. Demikian juga kegiatan Jokowi-Maruf di darat juga berpotensi dihadang oleh pihak-pihak yang meyakini ada PKI yang menunggangi kegiatan tersebut. Kita akan saling mencurigai, menuduh, bahkan mempersekusi. Sehingga pembicaraan terhadap program dan ide dari kedua pasangan untuk NKRI menjadi terpinggirkan.
Akhirnya Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan konten.Tinggalkanlah konten yang benar dan bermanfaat sebelum kita mati.
Hariqo Wibawa Satria, M.Si (Direktur Eksekutif *Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi) www.komunikonten.com Sabtu, 15 September 2018.



presentation
500

Baca Lainnya