kumparan
Woman31 Januari 2020 11:41

Tips Merawat Diri Setelah Mengalami Patah Hati

Konten kiriman user
vx9rf7axfdynwz3btdsn.jpg
Ilustrasi patah hati. Foto: Shutterstock
Semua orang tahu bahwa patah hati terasa menyakitkan. Penelitian sains menunjukkan bahwa ketika seseorang mengalami patah hati, otak bereaksi selayaknya ketika tubuh merasakan sakit secara fisik.
ADVERTISEMENT
Bedanya, jika luka fisik biasanya berlangsung selama beberapa menit kemudian mereda secara perlahan, patah hati dapat terjadi selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Menurut Journal of Positive Psychology, dibutuhkan waktu kurang lebih 11 minggu sampai 18 minggu untuk merasa lebih baik setelah hubungan romantis berakhir.
Hal ini tentu saja dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan mengganggu kesehatan emosional. Oleh sebab itu, berikut kami rangkum tips merawat diri setelah mengalami patah hati agar kamu tetap dapat menjaga kesehatan jiwa dan fisik.

Curhat

Terkadang, mengungkapkan keluh kesah kepada orang lain akan membuatmu merasa lebih baik, dengan catatan kamu harus melakukannya dengan orang-orang yang kamu percaya seperti keluarga atau teman dekat.
Sebaiknya kamu memberi tahu lawan bicaramu apakah kamu hanya ingin didengar atau ingin mendapat solusi agar mereka mengerti apa yang kamu butuhkan. Karena terkadang seseorang hanya ingin didengar tanpa ingin merasa digurui.
ADVERTISEMENT
Selain curhat, lakukan aktivitas lainnya bersama orang-orang terdekat untuk membuat dirimu percaya diri bahwa kamu tidak sendiri dan masih dapat bersenang-senang tanpa pasangan.

Ciptakan jarak

xxf5on78pmd6oxeqnkhe.jpg
Ilustrasi sosial media Facebook. Foto: Pixabay
Di zaman teknologi serba canggih saat ini, orang dapat terkoneksi secara mudah dan cepat dengan orang lain. Masalahnya, ketika seseorang baru saja keluar dari suatu hubungan romantis, biasanya mereka stalking media sosial mantan pasangan. Entah karena rindu atau sekadar penasaran.
Sebenarnya ini bukanlah ide yang bagus. Karena jika kamu masih kesusahan untuk mengobati patah hati, stalking hanya akan memperburuk suasana hati, terutama jika kamu melihat hal-hal yang tidak kamu inginkan. Ini membuat move on semakin sulit dilakukan.
Selain itu, stalking sampai terobsesi juga tidak baik, bahkan pada beberapa kasus, stalking berlebihan dapat membuat orang masuk penjara. Oleh sebab itu, ciptakan jarak yang sehat selama beberapa waktu dari mantan pasangan. Jika bisa, tahan diri untuk tidak terlalu sering mengecek media sosial mantan pasangan. Jika tidak mampu, melakukan blokir mungkin bisa jadi cara yang bijak.
ADVERTISEMENT

Belajar dari pengalaman

Pengalaman adalah guru terbaik. Jika patah hati disebabkan oleh berakhirnya suatu hubungan romantis, sebaiknya kamu berefleksi dari pengalaman tersebut. Pahami apa yang kamu inginkan dan tidak inginkan dari suatu hubungan.
Ini akan membantumu move on dan memberi perspektif yang lebih positif dari suatu kejadian. Dengan belajar, ini akan dapat mempersiapkanmu untuk hubungan berikutnya.

Fokus pada diri sendiri

tdxg59raseiwtq07atn1.jpg
Ilustrasi olahraga. Foto: Thinkstock
Setelah patah hati, orang biasanya merasa sendirian. Oleh sebab itu, meluangkan waktu untuk diri sendiri melatih kita untuk terbiasa lagi menjalani rutinitas. Lakukan hal-hal yang kamu sukai misalnya menulis, membaca, karaoke, menggambar, dan lain-lain sebagai terapi.
Biasanya, hari yang buruk menyebabkan aktivitas menjadi tidak terorganisir. Padahal, justru di saat-saat seperti ini tubuhmu membutuhkan perhatian lebih. Menurut penelitian George Washington University, stres membuat kulit lebih rentan berjerawat. Oleh karena itu, bersihkan wajah dan seluruh badan secara teratur dengan menggunakan produk-produk yang aman dan membuatmu lebih segar.
ADVERTISEMENT
Selain itu, perbanyak konsumsi makanan bergizi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan serta berolahraga secara teratur. Olahraga menghasilkan endorphin, senyawa dalam otak yang berfungsi sebagai penawar rasa sakit alami. Ini akan membantumu tidur lebih nyenyak, berenergi, dan menstabilkan suasana hati.
Berikan dirimu waktu
Banyak orang mengatakan waktu akan menyembuhkan segala kemalangan. Ini bukan berarti luka hati akan secara ajaib hilang secara sendirinya. Rasa itu kemungkinan masih tetap meninggalkan jejak, namun seiring berjalannya waktu, kamu akan mulai menjalani kehidupan sebagaimana sebelumnya dan menjadi lebih mudah dari hari ke hari.
Tidak ada solusi instan untuk mengobati patah hati. Sadarilah bahwa perasaan sedih itu normal dan terkadang kamu perlu mengekspresikannya. Jangan dipendam, namun juga jangan berlarut-larut dalam kesedihan.
ADVERTISEMENT
Pahami bahwa terkadang manusia memang membutuhkan sedikit hari yang buruk agar dapat belajar dari pengalaman tersebut dan mencoba menyongsong masa depan yang lebih baik.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan