Konten dari Pengguna

Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum: Panduan Bijak untuk Orang Tua

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak tantrum di tempat umum. Foto: Hua_khai/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak tantrum di tempat umum. Foto: Hua_khai/Shutterstock

Menghadapi anak tantrum di tempat umum merupakan tantangan bagi banyak orang tua. Tangisan yang keras, aksi lempar barang, atau berbaring di lantai bisa menimbulkan rasa malu hingga kepanikan. Namun, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa tantrum adalah bagian alami dari perkembangan emosi anak.

Tantrum umumnya terjadi karena anak belum mampu mengekspresikan perasaannya dengan kata-kata. Dengan kata lain, kondisi ini bukan disebabkan oleh kenakalan, melainkan sebagai bentuk komunikasi.

Untuk itu, strategi mengatasi tantrum di ruang publik harus lebih dari sekadar membungkam anak. Bagi yang belum paham, simak cara mengatasi anak tantrum di tempat umum yang efektif di bawah ini.

Mengapa Anak Tantrum Terjadi?

1. Penyebab Umum Tantrum

Mengutip laman Raising Children, tantrum biasanya terjadi karena kelelahan, lapar, frustrasi, atau keinginan anak yang tidak terpenuhi. Di tempat umum, pemicunya bisa lebih banyak lagi, seperti suara bising, perjalanan yang membosankan, atau perintah dari orang tua yang terlalu banyak.

2. Anak Belum Mampu Mengelola Emosi

Menurut Child Mind Institute, otak anak yang masih berkembang belum bisa mengatur emosi kompleks secara efektif. Hal ini membuat mereka lebih mudah meledak saat kecewa atau menghadapi gangguan. Di sinilah peran orang tua sebagai penenang dan pemandu emosi dibutuhkan.

Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum

1. Tetap Tenang dan Jangan Bereaksi Berlebihan

Hal pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah tetap tenang. Mengutip dari Peds Doc Talk, reaksi orang tua yang emosional justru dapat memperparah tantrum. Oleh karena itu, tariklah napas dalam-dalam dan berbicara dengan lembut kepada si kecil untuk membantu menurunkan ketegangan.

2. Validasi Perasaan Anak

Penting untuk memvalidasi perasaan anak saat tantrum. Ucapan seperti "Kamu marah karena tidak boleh beli mainan itu, ya?" memberi sinyal bahwa orang tua memahami perasaannya serta mengajarkan anak untuk mengenali emosinya.

Orang tua tidak perlu menjelaskan norma sosial saat anak sedang tantrum. Jangan mengatakan, "Kamu harus diam, ini tempat umum.” Penjelasan seperti itu tidak akan masuk ke logika anak yang sedang emosional. Jadi, selalu validasi sisi emosional si kecil terlebih dahulu sebelum memberi mereka pemahaman.

3. Ajak Anak ke Tempat Lebih Tenang

Jika situasi memungkinkan, bawa anak ke area yang lebih sepi untuk menenangkannya. Ini bisa membantu mengurangi stimulasi berlebih pada si kecil, serta memberi ruang aman untuk anak mengekspresikan emosinya.

Meski begitu, jangan biarkan anak mengekspresikan emosinya dengan tindakan fisik, seperti melempar, memukul, menendang, atau menyakiti siapa pun. Tegaskan batasan dengan ucapan seperti, “Mama tahu kamu kesal, tapi kamu tidak boleh melempar mainanmu. Kalau dilempar, Mama sita."

Pencegahan Tantrum Sebelum Terjadi

1. Persiapan Sebelum Keluar Rumah

Mengutip Peds Doc Talk, orang tua sebaiknya mempersiapkan beberapa hal untuk anak sebelum bepergian. Beri tahu apa yang akan dilakukan di tempat itu, apa yang boleh, dan apa yang dilarang. Ini akan membantu anak menetapkan ekspektasinya dengan jelas sejak awal.

2. Pastikan Kebutuhan Dasar Anak Terpenuhi

Anak yang lapar, lelah, atau bosan akan lebih rentan tantrum. Pastikan anak cukup tidur, makan, dan memiliki aktivitas menyenangkan selama perjalanan atau aktivitas di luar rumah. Dengan begitu, mereka akan lebih menikmati perjalanan di tempat umum.

Setelah Tantrum Berlalu

1. Bicara dengan Anak Saat Sudah Tenang

Setelah anak sudah kembali tenang, lakukan obrolan ringan dengan mereka. Momen ini bisa digunakan untuk membantu anak memahami apa yang terjadi dan belajar mengelola emosi di lain waktu.

2. Beri Pujian

Memberi pujian seperti “Mama bangga kamu bisa tenang sekarang” akan memperkuat perilaku baik anak. Ucapan itu juga akan memberikan dorongan emosional yang positif bagi si kecil.

Kesimpulan

Anak yang tantrum di tempat umum bukanlah bukti kegagalan orang tua dalam mendidik, melainkan tantangan yang jadi bagian dalam proses membesarkan anak bagi banyak orang tua. Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan strategi yang tepat, orang tua bisa mengubah situasi menegangkan itu menjadi kesempatan belajar emosi bagi anak.

Kunci utama yang harus dipegang orang tua saat mengatasi tantrum hanya tiga, yakni empati, konsistensi, dan kesiapan mental sebagai orang tua.

Baca Juga: Tips dari IDAI untuk Redakan Tantrum Anak: Pakai Metode RIDD