Ruam Popok pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ruam popok menjadi masalah kulit yang paling umum dialami bayi. Kondisi ini ditandai kemerahan di area pantat, paha, atau sekitar alat kelamin bayi. Biasanya disebabkan oleh popok bayi basah yang jarang diganti, atau bisa juga karena kulit bayi yang masih sensitif. Artikel ini akan membahas gejala, penyebab, perawatan, hingga cara pencegahannya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Itu Ruam Popok pada Bayi?
Ruam popok adalah iritasi kulit yang terjadi di area tertutup popok. Umumnya, dialami bayi usia 4 hingga 15 bulan, dan dapat muncul lebih sering saat bayi mulai makan makanan padat. Ruam popok biasanya akan berkurang seiring bayi mulai belajar menggunakan toilet.
Gejala Umum Ruam Popok
Mengutip laman Cleveland Clinic, gejala awal berupa kemerahan ringan dan nyeri pada kulit. Dalam kasus yang lebih parah, ruam bisa disertai luka terbuka, benjolan kecil, atau bintik berisi cairan. Bayi biasanya menjadi lebih rewel, terutama saat popok dilepas atau dibersihkan.
Penyebab Ruam Popok pada Bayi
Dalam laman Mayo Clinic disebabkan oleh beberapa faktor penyebab antara lain sebagai berikut.
Iritasi dari urin atau feses, akibat membiarkan popok basah atau kotor terlalu lama.
Infeksi jamur atau bakteri karena area yang lembap dan hangat.
Reaksi alergi terhadap bahan popok, deterjen, sabun, tisu basah, krim popok tertentu, atau pelembut kain baru.
Konsumsi antibiotik yang dapat membunuh bakteri untukmengendalikan pertumbuhan jamur, baik yang dikonsumsi bayi maupun ibunya.
Gesekan dari popok yang terlalu ketat.
Perubahan pola makan bayi yang memicu frekuensi buang air besar
Cara Mengobati Ruam Popok pada Bayi
Untuk membantu mengatasi ruam popok, periksa popok bayi secara rutin dan gantilah segera setelah basah atau kotor. Bersihkan area popok secara perlahan dengan sabun dan air, lalu tepuk-tepuk hingga kering.
Menurut laman Kids Health, penggunaan krim dan salep yang mengandung zinc oxide atau petroleum jelly juga membantu menenangkan kulit yang meradang. Ruam popok biasanya hilang dalam 2-3 hari dengan perawatan di rumah.
Cara Mencegah Ruam Popok
Ada banyak cara untuk mencegah ruam popok pada bayi, termasuk:
Ganti popok secara teratur sebelum terlalu penuh.
Bersihkan area pantat dengan air hangat di sela waktu penggantian.
Pastikan kulit benar-benar kering sebelum memakaikan popok baru.
Hindari popok yang terlalu ketat.
Perhatikan reaksi kulit bayi saat dikenalkan makanan baru.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Segera konsultasi ke dokter jika ruam tidak membaik setelah beberapa hari, muncul luka bernanah, disertai demam, atau bayi tampak sangat tidak nyaman. Tergantung jenis ruam yang dialami bayi, dokter mungkin akan memilih krim antijamur atau krim antibiotik, atau menyarankan perubahan lain pada rutinitas popok.
Kesimpulan
Ruam popok bisa menjadi masalah yang serius bagi bayi jika tidak segera ditangani. Namun dengan perawatan yang tepat, seperti menjaga kebersihan, memilih produk yang ramah kulit bayi, dan memperhatikan waktu penggantian popok, kondisi ini bisa dicegah dan disembuhkan.
Orang tua juga perlu memperhatikan perubahan kondisi kulit bayi, terutama saat memperkenalkan makanan baru atau menggunakan produk perawatan tertentu. Jika gejalanya memburuk, penting untuk segera mencari bantuan medis guna mencegah komplikasi lebih lanjut.
Baca Juga: Perbedaan Popok Kain dan Popok Sekali Pakai, Mana yang Lebih Baik untuk Bayi?
(SA)
