kumplus- Opini Heryadi- Pedulilindungi dan MyPertamina

Beli Minyak Goreng dan BBM Berbasis Aplikasi, Biar Apa?

Praktisi dan Akademisi Komunikasi
1 Juli 2022 10:06
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Banyak orang mengandalkan aplikasi untuk berbagai macam kegiatan online, mulai dari berbelanja hingga mencari informasi. Karenanya, tidak mengherankan jika pemerintah ikut serta menyediakan aplikasi untuk mensukseskan sejumlah program maupun kebijakan mereka.
Tidak jarang sebuah aplikasi berkembang fungsinya, jauh dari niat awal pembuatan. Sebagai contoh, aplikasi Peduli Lindungi yang ditujukan untuk tracing COVID-19 kini digunakan sebagai syarat membeli Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) sesuai harga eceran tertinggi (HET). Dalam saat bersamaan, proses yang sama terjadi pada MyPertamina yang dilakukan untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite atau solar mulai tanggal 1 Juli 2022 ini.
Pemanfaatan kedua aplikasi tersebut diinisiasi pemerintah dengan maksud melakukan pendataan, controlling, dan monitoring dalam konsumsi minyak goreng maupun BBM. Namun alih-alih memudahkan, penerapannya akan menjadi kontraproduktif apabila tidak dianalisis dengan seksama.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Jika pada akhirnya teknologi justru memberi kerumitan, bukan tidak publik justru meninggalkan inovasi pemerintah ini. Kolom Heryadi Silvianto di @kumparanplus.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten