opini heryadi - Sirkuit Formula E

Membangun Reputasi Lewat Ajang Olahraga Internasional

Praktisi dan Akademisi Komunikasi
2 Juni 2022 14:11
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
4 Juni 2022 nanti Jakarta akan menjadi tuan rumah Formula E, ajang balapan internasional yang digadang-gadang bisa mendorong geliat ekonomi dan meningkatkan reputasi Indonesia. Selain Formula E, pascapandemi Indonesia memang rajin menggelar event internasional, seperti World Surfing League (WSL) Championship Tour 2022 di Pantai Plengkung, Banyuwangi, baru-baru ini. Selain itu masih ada gelaran Motocross Grand Prix (MXGP) di Samota, Sumbawa; World Beach Games; FIBA World Cup; dan FIFA World Cup U-20.
Jan Brueckner, ekonom Amerika, berpendapat ketika pelanggan dan perusahaan memberikan respons positif pada sebuah event—sejak diumumkan hingga diselenggarakan—maka negara tuan rumah akan menikmati berbagai variabel berbeda, seperti tingkat pengangguran yang lebih rendah, produksi industri yang lebih tinggi, serta pendapatan pribadi yang meningkat. Tuan rumah juga bisa mengalami fluktuasi nilai tukar, suku bunga, dan kurs jangka panjang. Secara berbarengan, siklus bisnis negara tersebut berubah dan bisa berpengaruh pada harga aset di pasar saham, obligasi, dan pasar keuangan lainnya.
Untuk mempersiapkan, membangun venue dan sirkuit, hingga menyelenggarakan Formula E, Jakarta harus menggelontorkan biaya hingga Rp100 miliar. Namun biaya itu diklaim akan terbayar lunas dengan dampak ekonomi di berbagai sektor yang diprediksi mencapai Rp1,4 triliun.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814