Tahun Baru: Semangat Baru Kaum Muda Lebih Peduli Berpolitik


Politics

Youth politics (Foto: Istimewa)
Sekarang berada di tahun baru 2017. Yang kemarin masih remaja sekarang sudah dewasa, yang kemarin dewasa sekarang jadi matang umurnya, dan seterusnya. Itulah kehidupan yang tidak bisa kita hindarkan.
Tapi dalam waktu bersamaan, pergantian waktu, bertambahnya umur, sesungguhnya dimaksudkan agar bertambah juga pengalaman kehidupan, bertambah juga kemampuan, keahlian, termasuk kepedulian akan kondisi yang lebih baik.
Baik dari sisi profesi, maupun dari sisi peran serta kita terhadap apa yang terjadi di lingkungan.
Kita Indonesia, negara seperti mayoritas negara lain di dunia bukan menganut sistem anti sosial, tapi sistem yang memberikan ruang bagi individu untuk berkembang sangat baik, sekaligus perkembangan yang membawa kepada kebaikan semuanya.
Kalau bahasa Bung Karno: satu untuk semua, semua untuk satu.

Soekarno

Presiden Soekarno upacara penguburan korban G30S. (Foto: yayasanakudansukarno.com)
Artinya semua memberi kontribusi untuk semua. Itu kondisi yang dari dulu memang sudah disepakati dan dihadirkan oleh bapak bangsa dan ibu bangsa yang dulu mereka umumnya muda dan terpelajar.
Pada masanya, gelar akademik mereka sudah sangat keren, ada yang sudah profesor, doktor, ahli hukum, insinyur seperti Soekarno, Drs Bung Hatta, ada juga gelar keagamaan yang menonjol seperti KH dan sebagainya.
Tapi mereka umumnya anak muda yang pada jamannya tahu persis tentang tantangan jaman. Mereka menempa diri sehingga intelektualitas mereka luar biasa. Kalau baca polemik tokoh-tokoh saat itu sangat luar biasa.
Satu hal yang menjadi tantangan di jaman sekarang adalah kita berada di Indonesia mewarisi perjuangan mereka semua. Indonesia dengan demokrasinya memberi ruang bagi siapapun mengembangkan diri dan berkontribusi untuk kebaikan yang lebih luas. Pintu besarnya melalui jalur politik.
Politik di sini memang bisa diartikan dalam banyak hal, politik artinya keikutsertaan dalam memaksimalkan hak kedaulatan warga, menghadirkan kepemimpinan atau perwakilan yang lebih baik melalui pemilu atau Pilkada.
Juga bisa melalui mekanisme di mana dampak demokrasi memberi kemungkinan hadirnya kondisi dan situasi serta regulasi yang kondusif untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.
Hadirnya kepemimpinan bukan satu hal yang diinginkan sendiri, misal saya ingin jadi anggota DPR, ingin jadi presiden. Tapi karena melalui mekanisme seseorang dipilih memenangkan pemilihan melalui mekanisme demokrasi.
Agar yang kita pilih betul-betul bisa hadirkan regulasi dan kondisi yang memberi ruang bagi anak bangsa lebih maju ke depan, maka yang kita pilih mereka yang bisa memberikan realisaisi dari harapan itu.
Mereka (pemimpin) bisa hadir karena dipilih anak mudanya. Indonesia sering disebut mendapat bonus demografi, karena begitu besar anak mudanya.
Kalau anak muda apolitik, dalam konteks hadirkan perwakilan, kepemimpinan, maka yang dikhawatirkan hadirnya para wakil rakyat maupun pemimpin kepala daerah yang justru pada saatnya nanti anak muda yang sekarang muda dan pada waktunya mereka dewasa, mereka akan dikecewakan, misal UU yang dibuat DPR tidak mengakomodasi mereka.
Karenanya masa depan Indonesia, masa depan bangsa ini bukan hanya slogan ditentukan anak mudanya, tapi memang anak muda dalam konteks demokrasi dengan jumlah yang sangat besar itu, sangat bisa jadi bagian yang menentukan masa depan Indonesia.
Yaitu melalui keterlibatan mereka, yang paling sederhana menjadi pemilih, tidak golput, apolitik, apalagi mengkafirkan demokrasi, mentogutkan parpol dan parlemen.
Di lain pihak, ada yang terjebak radikalisme dalam bentuk lainnya.
Anak muda yang egosentris, egoistis dan menjadi tidak peduli dengan sekitar. Mereka apolitik dalam arti keasyikan dengan ambisi pribadinya dan seolah 'tanpa negara mereka tetap bisa hadir'.
Sesungguhnya hampir nggak mungkin, karena sebebas apapun misal mereka melakukan bisnis online atau sahabatan di media sosial, itu sesungguhnya terkait dengan politik.
Misal dalam hal regulasi, mereka akan tetap kena aturan-aturan hukum terkait dengan bisnis online, atau media sosial, sekarang sudah banyak orang terkena UU ITE karena mreka kira dengan media sosial bisa bebas dari jangkauan hukum.
Karena itu anak muda sekarang akan lebih bagus mereka menjadi bagian yang ikut berkontribusi menghadirkan regulasi yang berpihak untuk kepentingan anak-anak muda. Dan itu akan terjadi kalau anak-anak muda kita seperti dicontohkan Soekarno mereka begitu cinta bangsa dan negaranya sehingga melibatkan diri untuk bangsa dan negara.
Berpolitik bukan berarti menjadi pengurus atau simpatisan partai politik, tapi punya kepedulian kepada nasib bangsa dan negara.
Pada saatnya ada pilkada atau pemilu, Anda melibatkan diri menghadirkan pemimpin yang lebih baik bagi bangsa dan negara, atau ketika ada bahan regulasi yang terkait kepentingan umum termasuk kepentingan anak muda, Anda ikut memberi masukan.
Karena UUD memberi hak bagi anak muda untuk menguji suatu UU kalau ternyata tidak sesuai dengan UUD atau merugikan kepentingan bangsa dan negara.
Itu bagian keikutsertaan kita dalam politik. Jadi bukan menjadi pengurus atau bikin parpol, karena bukan perkara mudah sekalipun bebas saja misal parpol pemuda Indonesia. Tapi pengalaman sudah menunjukkan partai pemuda tak mampu mendapat dukungan dari bangsa.
Sekali lagi tentunya tahun baru ada semangat baru seperti dilakukan founding fathers ketika mereka dengan semangat baru melahirkan Indonesia merdeka yang kita rasakan sebagai keberkahan Indonesia.

Personal

kepedulian kaum muda terhadap politik sangat penting bagi kemajuan kehidupan negara ke depan. sudah saatnya kita sebagai anak muda tidak bergaya apatis dengan politik. apatis disini maksudnya mereka yg menutup mata, tidak ingin berkomentar apa apa atau tidak mau tau sama sekali tentang politik. ini tidak bisa dibiarkan. sekedar berpartisipasi dalam pemilu untuk menentukan masa depan negara jg termasuk bentuk kepedulian terhadap dunia politik.


|

    Politik masih dimaknai sempit sebagian kaum muda dgn menjadi politisi. Padahal serendah-rendahnya berpolitik betul kata Pak Hidayat, tidak golput saat pemilu.. 👌


    |

      wow! luarrrr biasaaaa


      |

        Anak muda sekarang memang lebih melek politik Pak, namun harus banyak belajar diskusi di forum nyata (bukan di socmed) dengan kerangka bangunan logika yg baik, jadi tidak asal bunyi. Salam


        |

          Itulah tugas anda sebagai kaum tua, untuk lebih menggelorakan politik yang sesungguhnya. Bahwa politik bukan soal beradadi tataran birokratisme. Namun lebih kesadaran, maka dari itu pengungkapan fakta dan sejarah harus diberlakukan kembali. Orba elah merepresi budaya, lihatlah belajar marxisme harus kucing-kucingan dengan aparat.


          |

            "masa depan bangsa ini bukan hanya slogan." cool!


            |

              anak muda masih antipolitik.. semoga mereka tercerahkan


              |

                Yang muda yang berpolitik untuk mengguncang dunia!


                |

                  apakah berpolitik perlu kaya dulu buat modal? kalo gak punya modal takutnya berpolitik adl suatu pekerjaan shg perlu gajian tiap bulan yg didapat dr cr2 tdk benar


                  |

                    anak muda masa bodo dengan politik udah gak lagi ada yang seperti itu, nyatanya banyak banget anak muda yang ikut serta merta turun dalam membangun kemajuan politik dinegeri ini.


                    |

                      Related Stories

                      Recommendations

                      Rhoma Irama: Dua Keponakan Saya Meninggal Akibat Narkoba
                      2 10
                      Mengorek Rahasia Dapur Pisang Goreng Manggarai yang Laris Manis
                      10 25
                      Lewatkan Jam Makan Hingga Minum Soda, Hindari 6 Hal Ini Saat Haid
                      5 24
                      Cerita Sopir Mobil Jenazah tentang Kematian Pahinggar
                      1 15
                      Kabar tentang Dhani yang Berutang dan Mulan Jualan Ceker & Cilok
                      4 15
                      Julia Perez Jalani Operasi Blok Saraf Selama 5 Jam
                      9 15
                      Mengenal Para Istri Raja Salman
                      12 27
                      Rombongan Raja Salman Memakai Sepatu di Dalam Masjid Istiqlal, Boleh?
                      7 27
                      Ahli Agama dari PBNU Terancam Sanksi Bila Bersaksi untuk Ahok
                      4 8
                      Ahok Tak Bersuara Saat Habib Rizieq Bersaksi
                      4 12