News
·
25 Juli 2021 13:20
·
waktu baca 2 menit

Bagaimana Perspektif Islam Terkait Aksi Demonstrasi, Boleh atau Tidak?

Konten ini diproduksi oleh Hijab Lifestyle
Bagaimana Perspektif Islam Terkait Aksi Demonstrasi, Boleh atau Tidak? (60443)
searchPerbesar
Ilustrasi demonstrasi. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pada zaman Nabi Muhammad SAW, istilah demonstrasi belum lah ada. Namun, pada masa itu demonstrasi lebih diartikan kepada bentuk pemberontakan umat Islam yang tidak puas dengan kebijakan penguasa yang zalim.
ADVERTISEMENT
Dalam bahasa Arab, demosntrasi dibagi menjadi dua istilah, seperti muzhaharah dan masirah sebagaimana dilansir dari berbagai sumber.
Dalam kamus al-Munawir, istilah muzhaharah dapat diartikan sebagai demonstrasi, tanpa merinci kepada tindakan anarkis atau tidak. Sedangkan dalam terminologi kaum sosialis, muzhaharah berarti demonstrasi yang dilakukan hingga terjadi kerusuhan serta boikot agar tujuan dari revolusi dapat tercapai.
Kemudian, masirah secara harfiah berarti perjalanan. Sedangkan menurut kamus al-Mawrid, dijelaskan bahwa masirah berarti march atau long march. Dapat disimpulkan bahwa, masirah merupakan aksi demonstrasi yang tidak disertai dengan kerusakan dan kerusuhan.
Jika dilihat dari kedua pengertian tersebut, muzhaharah suatu demonstrasi yang dilarang dalam agama Islam. Sedangkan masirah diperbolehkan.
Istilah demonstrasi yang berujung anarkis, seperti yang sering terjadi di Indonesia, baru muncul pada masa kepemimpinan Khalifah ketiga, yaitu Utsman bin Affan yang kala itu dituduh melakukan nepotisme. Hingga akhirnya, beliau wafat dalam demonstrasi yang terjadi.
ADVERTISEMENT
Dalam perspektif hukum Islam, aksi demonstrasi merupakan saran atau menasihati seseorang yang berbuat kemungkaran agar kembali pada kebaikan sebagai bentuk amar ma'ruf nahi munkar.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 104 yang artinya:

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."

Jadi, pada prinsip hukum Islam tidak melarang adanya penyampaian nasihat secara terang-terangan termasuk aksi demonstrasi, sepanjang hal itu tidak bersifat anarkis dan destruktif.
Aksi demonstrasi haruslah dibingkai dalam pelaksanaan amar ma'ruf nahi munkar. Maksudnya, memperjuangkan kebenaran dan melawan kebathilan yang dilakukan oleh penguasa zalim merupakan bentuk jihad yang mulia.
“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kalimat keadilan di hadapan penguasa yang dzalim.” (HR. Abu Daud no. 4344, Tirmidzi no. 2174, Ibnu Majah no. 4011)
ADVERTISEMENT
Nah, begitulah sedikit penjelasan mengenai hukum melakukan aksi demonstrasi dalam perspektif Islam.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020