kumparan
30 Okt 2018 1:20 WIB

Hijabians, Ada Dua Nikmat Yang Sering Diabaikan Manusia

Entahlah, di bulan ini rasanya banyak cobaan dan musibah sering terjadi. Mulai dari bencana gempa dan tsunami di Palu sampai jatuhnya pesawat Lion Air. Kali ini saya akan bercerita soal musibah yang menimpa salah satu rekan terdekat saya di organisasi.
ADVERTISEMENT
Pagi itu Teh Yani mengantarkan kedua putrinya menuju sekolah. Sebetulnya jarak antara rumah Teh Yani dan sekolah relatif dekat. Masih bisa ditempuh dengan jalan kaki 40 menitan. Namun demi mengejar waktu maka Teh Yani mengantarkan putrinya menggunakan motor.
Siapa sangka pagi itu menjadi hari mengenaskan bagi Teh Yani dan kedua putrinya. Motor yang mereka tumpangi bertabrakan dengan truk yang akan berbelok ke arah berlawanan. Sontak orang-orang sekitar mengerumuni. Ada yang menolong, mengarahkan lalu lintas dan menonton saja sambil mendokumentasikan.
Foto: Kecelakaan Motor | Akun Instagram @kabarbanua
Segeralah peristiwa itu sampai ke grup WhatsApp, mulanya saya pikir itu kecelakaan biasa dan pengemudi sanggup berdiri kembali menjalankan motornya seperti biasa. Tetapi, Teh Yani pingsan beberapa jam, putrinya mengalami sobek di bagian pipi.
ADVERTISEMENT
Hari itu juga, sore saya menengok Teh Yani. Tidak sanggup diri ini menahan tangis, wajahnya sudah tidak saya kenal. Teh Yani yang kuat tergolek lemah tidak berdaya, tidak mampu berbicara, hanya memberi isyarat lewat jari telunjuknya saat aku menyalami.
Informasi pun simpang siur, ada yang mengatakan ditabrak, atau tabrakan, bahkan menabrak. Entah mana yang benar tapi menurut saksi mata, motor Teh Yani menabrak bagian belakang truk yang akan berbelok. Supir truknya tidak bersalah karena ia sudah memberikan aba-aba, lajunya pun pelan.
Informasi terbaru bahwa motor yang ditumpangi Teh Yani mengalami rem blong. Kabar tersiar sebenarnya Teh Yani sudah merasa rem motor bermasalah tapi diabaikan mengingat waktu masuk sekolah segera mulai jadi nekat saja sampai kecelakaan itu terjadi.
Foto: Saat Besuk di Rumah Sakit | Dokumentasi Pribadi
ADVERTISEMENT
Sampai tulisan ini dibuat Teh Yani masih belum bisa berkomunikasi dengan baik. Masih berinteraksi menggunakan isyarat. Namun alhamdulillah bagian wajah Teh Yani sudah mengalami banyak kemajuan. Minimal luka mengempis dan sudah bisa dikenali.
Jadi, hijabians kalau kita mengingat kembali ada dua nikmat yang sering diabaikan manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang. Baru sadar sekali bahwa kesehatan yang saya miliki saat ini begitu mahal. Cobalah sesekali ‘piknik’ ke rumah sakit untuk membuat diri ini selalu evaluasi dan melihat ke bawah.
Kesehatan saat ini gunakanlah untuk sebanyak mungkin beramal sebelum fisik masing-masing dari kita mengalami kendala beraktivitas. Selain untuk membangum hubungan baik sesama manusia, juga untuk investasi di akhirat jika suatu saat Allah menakdirkan tutup usia.
ADVERTISEMENT
SS
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan