Mom
·
16 Februari 2021 10:36

Kuasai Kecerdasan Emosional dalam Islam agar Pernikahan Langgeng

Konten ini diproduksi oleh Hijab Lifestyle
Kuasai Kecerdasan Emosional dalam Islam agar Pernikahan Langgeng (88513)
Ilustrasi pernikahan. Foto: Pixabay/StockSnap
Masa lalu atau trauma di kehidupan sebelumnya dapat merusak kecerdasan emosional kita dan menyebabkan kesulitan dalam menghadapi emosi secara umum dalam pernikahan. Oleh karena itu, kecerdasan emosional tidak datang secara alamiah pada setiap orang.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, kemampuan tersebut dapat dipelajari dan dikembangkan, sehingga membantu meningkatkan kualitas hubungan. Menurut situs AboutIslam.net, berikut cara untuk mengembangkan kecerdasan emosional agar hubungan adem ayem dan langgeng.

Mempertanyakan pemikiran dan mempertimbangkan perspektif lain

Apakah pasangan benar-benar terlambat pulang kerja karena dia keluar dengan teman-temannya? Atau apakah dia terlambat untuk mendapatkan sedikit tambahan uang? Perasaan negatif hanya akan membangkitkan perasaan marah. Sebaliknya perspektif positif akan memberikan perasaan welas asih. Berlatihlah memiliki pikiran positif yang akan menghasilkan emosi positif pula.

Identifikasi tanda-tanda fisiologis dan tanggapi sebelum amarah meledak

Apakah kamu merasakan jantung berdegup kencang sebelum marah? Ini biasanya tanda sebelum amarah dimulai atau tanda sebelum bereaksi untuk berperilaku yang bersifat tidak rasional. Oleh karena itu, cobalah untuk mengucapkan istighfar, beribadah, dan menenangkan diri dan pikiran.
Kuasai Kecerdasan Emosional dalam Islam agar Pernikahan Langgeng (88514)
Ilustrasi pernikahan. Foto: Pixabay/Takmeomeo

Lakukan kegiatan positif untuk menenangkan emosi negatif

Apa kegiatan yang kamu suka? Apapun itu, selama aktivitas tersebut bersifat positif, maka akan melawan energi negatif yang akan muncul. Kamu bisa mulai mencoba melakukan membaca, jalan-jalan, senam, yoga, atau hanya sekedar mengambil napas dalam-dalam. Hal yang kamu sukai akan menghasilkan perilaku yang lebih tenang dan perasaan bahagia.
ADVERTISEMENT

Ketahui pemicu amarah

Jika ada tempat atau topik percakapan tertentu yang membangkitkan emosi negatif, pikirkan cara untuk menghadapinya terlebih dahulu. Pikiran jernih akan menghadapi segala masalah dengan solutif daripada merespons dengan emosi yang meningkat. Teknik seperti latihan pernapasan atau berjalan kaki dapat sangat membantu.

Berhenti bicara dan coba dengarkan pasangan

Sudah menjadi hal yang lumrah ketika individu ingin menang dalam sebuah pertengkaran. Coba sesekali kamu mengalah dan dengarkan saja argumen pasangan. Ini memberi kamu ruang untuk berpikir dan merespons secara rasional. Selain itu, pasangan juga akan merasa didengarkan dan otomatis emosi tidak meningkat. Dengan cara ini, percakapan yang lebih produktif dapat dilakukan dengan solusi bersifat kondusif.

Pilih kata-kata dengan hati-hati

Bertanggung jawab atas emosi tanpa menyalahkan pasangan adalah pekerjaan yang sulit ketika ego terus menguasai diri. Agar tak memperkeruh suasana, pilihlah kata-kata dengan bijak dan hati-hati tanpa secara langsung menghakimi pasangan. Seperti contoh, lebih baik mengatakan “Aku stres banget” ketimbang berkata “Kamu selalu bikin aku stres”.
Kuasai Kecerdasan Emosional dalam Islam agar Pernikahan Langgeng (88515)
ustrasi pernikahan Muslim. Foto: Unsplash/@ramche