Entertainment
·
29 Mei 2021 13:18
·
waktu baca 3 menit

Memantapkan Diri di Tengah Ketidakpastian Hidup

Konten ini diproduksi oleh Hijab Lifestyle
Memantapkan Diri di Tengah Ketidakpastian Hidup (325889)
searchPerbesar
Gambar ilustrasi. Foto: Unsplash/@ravi_roshan_inc
Setiap orang pasti mengalami ujian di dalam hidup. Itu merupakan hal yang wajar dan dapat dilewati jika kita berusaha dan meminta izin Allah SWT. Seringkali kita merasa ujian yang silih berganti begitu sulit, namun percayalah Allah SWT tidak akan menguji manusia di luar batas kemampuannya.
ADVERTISEMENT
Di dunia yang tidak pasti ini, kita hanya berharap pada sebuah kepastian yang tidak tahu kapan datangnya. Di tengah keraguan, kebimbangan, kebingungan, dan ketakukan pasti ada jalan keluarnya. Lalu bagaimana cara memantapkan diri di tengah ketidakpastian hidup? Dilansir dari About Islam, begini penjelasannya.

Sadarlah bahwa kita adalah manusia yang terlalu kecil untuk mengubah dunia

Kita terlalu kecil dan terlalu lemah untuk mengubah dunia. Kita harus menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan untuk melakukan banyak hal di alam semesta yang maha luas ini.
Banyak penjelasan dan pelajaran tentang keadaan kita saat ini yang dapat ditemukan di surat Al-Baqarah. Kita hanya perlu terus berusaha dengan cara yang tidak menyimpang, berdoa kepada Allah SWT, dan ikhlas dalam menjalani kehidupan.
ADVERTISEMENT

Semua kekuatan berasal dari Allah SWT

Allah SWT memberi kekuatan dan mengambilnya. Bahkan, Dia telah memberikan kekuatan itu kepada para penguasa, pemerintah, dan kita saat ini. Hanya Allah SWT pula yang dapat menghapusnya, dengan tetap memberikan kehidupan atau menyebabkan kematian. Dia lah yang memiliki kuasa untuk membebaskan kita dari penderitaan.
Memantapkan Diri di Tengah Ketidakpastian Hidup (325890)
searchPerbesar
Gambar ilustrasi. Foto: Pixabay/mohamed_hassan
Surat Al-Baqarah telah menerangkan kepada kita bahwa setiap manusia pasti mengalami cobaan layaknya umat Allah SWT terdahulu, seperti pada kutipan di bawah ini:

"Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, 'Kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (QS. Al-Baqarah ayat 214)

ADVERTISEMENT
Renungkan bahwa para Nabi yang memiliki keimanan sangat tinggi dan diutus oleh Allah SWT terguncang sampai pada titik di mana mereka sangat membutuhkan pertolongan Tuhannya. Allah SWT selalu meyakinkan kita bahwa pertolongan Dia sungguhlah dekat.

Allah Maha Mengetahui segalanya

Jika kita memikirkan kembali, bahkan sebelum Adam diciptakan, percakapan antara Allah SWT dan malaikat terjadi. Hal ini tercatat dalam Surat Al-Baqarah ayat 30.

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.' Mereka berkata, 'Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?' Dia berfirman, 'Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.' "

Bahkan sebelum umat manusia ditempatkan di bumi, para malaikat menyadari bahwa manusia dapat menyebabkan keonaran di dunia. Malaikat yang terus bertasbih kepada Allah SWT bahkan tidak mengerti mengapa Dia ingin menciptakan manusia.
ADVERTISEMENT
Dari ayat tersebut jelas bahwa Allah SWT yang Maha Mengetahui segalanya, bahkan malaikat pun memiliki keterbatasan untuk menguak apa yang disembunyikan oleh Dia, apalagi kita yang hanya seorang manusia. Inilah saatnya meyakinkan diri dengan ikhlas bahwa kepastian dan ketidakpastian ada di tangan Allah SWT.

Mendapatkan kepastian dari Allah SWT

Cara mendapatkan kepastian dari Allah SWT adalah kita harus berusaha dan membersihkan diri dari obsesi lain seperti keinginan kita sendiri. Jangan selalu bertanya "kapan perotolongan Allah SWT akan datang?", karena tanpa ditanya Dia akan memberikan pertolongan di saat yang telah ditentukan.
Akhir surat Al-Baqarah memberikan manusia pesan bahwa Allah SWT tidak akan membeda-bedakan makhluk yang telah diciptakan-Nya.

"Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Quran) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.' Dan mereka berkata, 'Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.' " (QS. Al-Baqarah ayat 285)

Memantapkan Diri di Tengah Ketidakpastian Hidup (325891)
searchPerbesar
Gambar ilustrasi. Foto: Unsplash/@david__r