News
·
30 Juli 2021 17:38
·
waktu baca 2 menit

2 Pengusaha di Pontianak Cekcok, Berujung Aksi Pemukulan dengan Gagang Pistol

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
2 Pengusaha di Pontianak Cekcok, Berujung Aksi Pemukulan dengan Gagang Pistol (822555)
searchPerbesar
Rekonstruksi adegan pemukulan dengan gagang pistol. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Dua pengusaha senior di Pontianak, Kalimantan Barat terlibat perkelahian. Namun keduanya memiliki versi yang berbeda, berujung dengan saling melapor ke polisi.
ADVERTISEMENT
Kejadian itu terjadi pada Jumat, 16 Juli 2021. Namun, untuk memenuhi berkas perkara, tadi siang, Jumat 30 Juli 2021, Polresta Pontianak menggelar rekonstruksi kejadian, dari kedua versi yang dilaporkan.
Versi Ahong alias Gori
Kepada wartawan Ahong menceritakan, pagi saat kejadian ia bermaksud membuka tokonya. Karena truknya diparkir di depan pintu ruko, ia pun memajukan truk tersebut ke parkiran kendaran di depan rukonya. Memang agak melintang.
"Lalu dia (Anam) suruh anak buahnya memberi tahu saya untuk memindahkan truk saya, karena dia mau keluar," ujar Ahong, usai mengikuti rekonstruksi kejadian di Jalan Sultan Muhammad, Pontianak Selatan.
Ketika Ahong hendak memindahkan mobil, menurutnya, Anam meneriakinya, dan menghampirinya. "Dia langsung mengambil pistol di pinggangnya, dan memukulkan gagangnya ke telinga saya. Lalu dia menodongkan pistol itu ke arah kepala saya dan berkata, 'kamu maju satu langkah saya tembak kamu," kata Ahong. Akibat kejadian itu Ahong mengaku telinganya terluka. Ia kemudian ditarik oleh anaknya, kembali ke rukonya. "Telinga saya luka, dijahit. Tiga kali dibius untuk menjahitnya," ungkap Ahong.
ADVERTISEMENT
Ahong kemudian melaporkan kejadian itu ke Polresta Pontianak. Polisi bergerak cepat, dengan langsung mengamankan Anam.
2 Pengusaha di Pontianak Cekcok, Berujung Aksi Pemukulan dengan Gagang Pistol (822556)
searchPerbesar
Polisi melakukan rekonstruksi kejadian pada kasus perkelahian dua pengusaha di Pontianak. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak
Versi Anam
Sementara itu, menurut Anam, pagi itu ia meminta anak buahnya untuk memberitahu ke Ahong, karena truk Ahong menghalangi mobil Anam yang hendak keluar. "Dia datang langsung ke arah saya dan memukuli saya. Kena kepala, bibir dan tangan saya, sampai saya terpojok," kata Anam.
Merasa terdesak, Anam kemudian mengambil pistol di pinggangnya, dan memukulkannya ke arah Ahong. "Tidak benar kalau saya mengacungkan atau menembakkan pistol ke arah dia," kata Anam.
Anam mengakui, dia memang memili dua pistol. "Satu senjata api, tapi peluru karet, dan satu lagi air soft gun. Saya memiliki izin untuk itu. Sudah 20 tahun saya pegang, tak pernah saya ribut sama orang. Sekarang keduanya sudah dengan polisi," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Anam sendiri mengaku ia melapor Ahong ke polisi, karena merasa yang dilakukannya terhadap Ahong itu adalah upaya membela diri.