News
·
14 Februari 2021 13:06

3 Penonton Bioskop di Pontianak Positif Corona

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
3 Penonton Bioskop di Pontianak Positif Corona (723)
Proses uji swab terhadap penonton di salah satu bioskop di Pontianak. Foto: Teri/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Hasil swab PCR dari pemeriksaan terhadap pengunjung bioskop XXI Ayani Megamall pada Jumat, 12 Februari 2021, ditemukan 3 orang yang dinyatakan positif COVID-19.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mengatakan, bahwa 3 orang yang terpapar COVID-19 ini merupakan warga Pontianak.
“Jadi dari 22 orang yang diswab hasilnya sudah keluar, yakni 3 orang pengunjung bioskop yang dinyatakan positif COVID-19,” jelas Harisson, Minggu, 14 Februari 2021.
Harisson juga mengatakan, 3 orang yang terpapar corona ini merupakan kasus asimtomatik atau Orang Tanpa Gejala (OTG). Terhadap 3 ini telah dilakukan isolasi secara mandiri karena CT nya rendah.
“Kita mengingatkan untuk penonton lain, bahwa berdasarkan hasil swab PCR yang kita ambil pada satu teater saja, persentasenya sebanyak 13 persen dari penonton ini positif COVID-19,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa penonton harus lebih paham, karena ruangan bioskop tidak memiliki ventilasi, serta menggunakan AC, maka dari itu resiko penularan dan penyebaran COVID-19 tinggi.
3 Penonton Bioskop di Pontianak Positif Corona (724)
Satgas COVID-19 Kalbar melakukan pemeriksaan acak terhadap penonton di bioskop XXI Ayani Megamal Pontianak. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak
“Apalagi kalau ada penonton yang masuk, terus membuka maskernya, lalu dia batuk ataupun bersin, dan menyentuh kursi, setelah itu diduduki oleh orang lain lagi. Itu akan berpotensi menularkan virus,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Pada kesempatan itu, ia juga menegaskan kepada pengelola bioskop harus terus memperhatikan protokol kesehatan, karena dari pemeriksaan yang dilakukan pada satu studio bioskop ditemukan kasus positif sebanyak 3 orang, dari 22 orang.
“Jadi harus disiplin mengawasi penonton, supaya tidak menularkan virus terhadap penonton lainnya. Lalu untuk penyemprotan harus dilakukan setelah dan sebelum menonton, jadi tidak boleh ditunda,” imbuhnya.