Konten Media Partner

Bocah Perempuan di Sambas Meninggal Tenggelam di Parit

6 Juni 2024 19:37 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi tenggelam. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tenggelam. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Hi!Pontianak - Seorang bocah perempuan berusia 6 tahun dilaporkan meninggal akibat tenggelam di Parit Desa Mak Tangguk, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, pada Rabu, 5 Juni 2024.
ADVERTISEMENT
Kapolres Sambas AKBP Sugiyatmo, melalui Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Rahmad Kartono, mengungkapkan pada pukul 19.00 WIB, warga mendapat informasi mengenai adanya seorang anak perempuan yang tenggelam di Parit Desa Mak Tangguk. Anggota Polsek Tebas yang mendapati informasi tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian.
"Pada saat personel Polsek Tebas datang ke TKP, korban yang ditemukan meninggal dunia itu telah dibawa dan disemayamkan di rumah orang tuanya," ujar Rahmad kepada wartawan, Kamis, 6 Juni 2024.
Selanjutnya, personel Polsek Tebas langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Sungai Kelambu untuk melakukan pemeriksaan luar tubuh korban di rumah duka.
Rahmad mengatakan, orang tia korban pada Rabu, 5 Juni 2024, dari pukul 13.00 WIB, telah berangkat ke sawah yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Kebiasaan sehari-hari, korban ditinggal sendirian oleh orang tuanya di rumah.
ADVERTISEMENT
"Setelah orang tua korban pulang dari sawah, sekitar pukul 17.00 WIB, korban tidak ada di rumah. Merasa khawatir, orang tua korban melakukan pencarian dengan meminta bantuan tetangga dan warga sekitar," ucap Rahmad.
Selanjutnya beberapa warga melakukan pencarian dengan menyusuri dan masuk ke dalam parit yang berada di depan rumah korban. Warga kemudian merasa ada sesuatu yang tersangkut di jaring yang terpasang di tengah parit.
"Kemudian diangkat benda tersebut dan ternyata memang benar korban tersangkut di jaring tersebut. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia," ungkap Rahmad.
Berdasarkan keterangan orang tuanya, kata Rahmad, korban tidak bisa berenang. Biasanya korban memang sering melewati jembatan yang terbuat dari semen. Jembatan tersebut berjarak sekitar 30 meter dari rumah korban.
ADVERTISEMENT
"Dari keterangan dan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Sungai Kelambu yang datang ke rumah duka, tidak ditemukan bekas luka, goresan maupun tanda-tanda kekerasan lainnya. Diperkirakan korban meninggal sudah kurang lebih dari 2 jam," kata Rahmad.
Rahmad mengungkapkan, korban diduga terjatuh dari jembatan yang terbuat dari semen ke dalam parit. Di bawah jembatan terpasang jaring ikan sehingga korban tersangkut ke jaring tersebut.
Adapun lebar parit tersebut sekitar 6 meter dan kedalamannya sekitar 1 meter dengan dasar parit berlumpur. Sementara jarak antara jaring tempat korban tersangkut dengan jembatan yang terbuat dari semen sekitar 1 meter.
"Diduga kuat korban meninggal karena tidak bisa melepaskan diri karena tersangkut ke jaring dan korban tidak bisa berenang," tutur Rahmad.
ADVERTISEMENT
Pada kesempatan itu, Rahmad juga memberikan imbauan kepada para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya. Peristiwa ini menjadi pembelajaran agar tidak terjadi di kemudian hari.
"Kami turut prihatin dan berduka atas kejadian ini. Kami juga mengimbau orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya saat berada di luar rumah," pungkasnya.