News
·
10 September 2019 13:57

Dampak Kabut Asap, Penerbangan Pesawat di Kalbar Sempat Terganggu

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Dampak Kabut Asap, Penerbangan Pesawat di Kalbar Sempat Terganggu (350667)
searchPerbesar
Penerbangan di Bandara Supadio Pontianak menuju bandara lainnya di Kalbar hari ini kembali normal, Selasa (10/9). Foto: Teri/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Kepulan asap yang menyelimuti Kalimantan Barat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak luas. Bahkan, sejumlah penerbangan di Kalbar terpaksa ditunda akibat kabut asap.
ADVERTISEMENT
Didi Herdiansyah, PLT Officer Incharge (OIC) Bandara Supadio Pontianak, mengungkapkan aktivitas penerbangan di Bandara Supadio Pontianak sempat ditunda bahkan dibatalkan pada Senin, 9 September 2019.
Dampak Kabut Asap, Penerbangan Pesawat di Kalbar Sempat Terganggu (350668)
searchPerbesar
Suasana di Bandara Supadio Pontianak, Selasa (10/9). Foto: Teri/Hi!Pontianak
"Kemarin (selasa) memang ada delay hingga 3 jam, bahkan ada juga yang cancel karena kabut asap. Secara operasional juga kemarin delay bukan di Pontianak, tapi di daerah tujuan seperti Sintang dan Ketapang," ujar Didi, kepada Hi!Pontianak, Selasa (10/9).
Didi mengatakan, aktivitas penerbangan yang ditunda dan dibatalkan tersebut berasal dari daerah yang memiliki titik api cukup banyak. Sehingga, jarak pandang tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan.
Dampak Kabut Asap, Penerbangan Pesawat di Kalbar Sempat Terganggu (350669)
searchPerbesar
Kabut asap masih menyelimuti Kota Pontianak, Selasa (10/9). Foto: Teri/Hi!Pontianak
"Delaynya itu asal Sintang, Putusibau, Ketapang, itu asapnya memang luar biasa. Pesawat Wings itu delay 3 jam Pontianak-Ketapang. Lalu yang cancel itu pesawat Nam Air karena kabut asap, di Sintang kondisi tersebut benar-benar tidak operate karena tebal asapnya," kata Didi.
ADVERTISEMENT
Untuk hari ini, kata Didi, aktivitas penerbangan di Bandara Supadio Pontianak terpantau normal dengan jarak pandang 1000-1700 meter.
"Kalau untuk yang berangkat tadi pagi itu juga normal, lalu yang dari luar ke Pontianak juga normal. Dari hasil pemantauan BMKG dan Airnav jarak pandang hingga siang ini sudah mencapai 2000 meter. Jadi, secara operasional aman," kata Didi. (hp8)