News
·
24 Februari 2021 12:13

Dicekoki Ekstasi dan Sabu, Gadis Asal Pontianak Jadi Korban Kejahatan Seksual

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Dicekoki Ekstasi dan Sabu, Gadis Asal Pontianak Jadi Korban Kejahatan Seksual (33010)
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Pixabay
Hi!Pontianak - Seorang anak perempuan berusia 16 tahun, diduga menjadi korban pemerkosaan, yang dilakukan oleh seorang pria di salah satu hotel di Pontianak Selatan.
ADVERTISEMENT
Tindakan asusila tersebut dilakukan oleh seorang pria dewasa. Sebelum diperkosa, diduga korban terlebih dahulu dicekoki pil ekstasi oleh pelaku, hingga tidak sadarkan diri.
Kasus tersebut berawal saat Satpol PP bersama TNI, dan KPPAD Kalbar melakukan razia gabungan, pada Selasa, 23 Februari 2021, dini hari.
“Kami (KKPAD Kalbar) dapat informasi, bahwa sebelumnya ada lima anak perempuan diduga di bawah umur, dengan satu orang laki-laki di salah satu hotel berada di kawasan Pontianak Kota. Setelah mendapat keterangan, ternyata ada dua anak lagi, satu sudah kategori dewasa karena sudah 19 tahun, yang satu lagi 16 tahun. Terjadi tindakan asusila, yaitu anak ini dicekoki ekstasi sebanyak 2 kali,” jelas Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati, Rabu, 24 Februari 2021.
ADVERTISEMENT
Selain itu, kata Eka, dalam waktu satu jam, korban diduga dipaksa untuk menghisap sabu sebanyak 1 gram, dengan lima kali hisap. “Setelah itu korban mengalami halusinasi yang sangat tinggi. Saya coba dekati dan membiarkan si anak tidur, lalu diberi asupan makanan, supaya mengeluarkan zat yang ada didalam tubuhnya untuk dimuntahkan,” ungkap Eka.
Eka menceritakan, kronologi kejadian tersebut, korban sebelumnya dibawa ke salah satu hotel di Pontianak Selatan, korban dibawa ke kamar mandi lalu diraba, dan sempat mendapatkan perlakuan yang diduga ada unsur kejahatan seksual.
“Tadi malam dibawa ke rumah sakit, untuk ditindak lanjuti masalah visum. Beberapa teman mereka berbicara, bahwa ada sekelompok anak yang masih dalam keadaan halusinasi, karena habis terima panggilan. Awalnya di hotel A, lalu dipanggil ke hotel B untuk menemani tamu, hingga terjadilah kejadian yang menimpa korban,” ungkap Eka.
ADVERTISEMENT
Saat didatangi, Eka mengatakan korban dalam keadaan takut, dan tidak bisa diajak berbicara. Korban mengaku telah menginap satu malam di hotel tersebut.
“Saat diajak berbicara, rada tidak teratur, Matanya nanar, dan ketakutan. Awalnya anaknya tidak ngaku, lalu setelah temannya menjelaskan, anak tersebut mau berbicara,” jelasnya.