News
·
25 Agustus 2020 15:18

Gubernur Sutarmidji Minta Pintu Keluar Masuk Kalbar Kembali Diperketat

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Gubernur Sutarmidji Minta Pintu Keluar Masuk Kalbar Kembali Diperketat (37268)
Ilustrasi corona. Dado Ruvic/Reuters
Hi!Pontianak - Antisipasi lonjakan kasus COVID-19 pada gelombang kedua pandemi di wilayah Kalimantan Barat, Gubernur Kalbar, Sutarmidji, memperketat pintu keluar masuk di Kalbar.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, ditemukan 6 orang terkonfirmasi COVID-19 pada salah satu maskapai dari rute Jakarta menuju Pontianak. 6 orang tersebut didapati terkonfirmasi COVID-19 setelah dilakukan pemeriksaan swab secara acak.
“Penumpang ada yang positif, berarti 1 pesawatkan bisa terjangkit. (karena itu) Saya sanksi. Sanksinya bukan melarang dia (maskapai) terbang. Dia mau terbang setiap hari silakan, tapi jangan bawa penumpang. Kalau tidak disanksi, enak benar dia membawa orang yang positif (ke Kalbar),” tegas Midji kepada awak media, Selasa (25/8).
Pemeriksaan secara acak di Bandara Supadio Pontianak tersebut, kata Midji, akan terus digencarkan kepada penumpang kedatangan dari wilayah dengan keterjangkitan tinggi.
Kasus keterjangkitan lokal, kadar virus di dalam swab itu antara 10 ribu sampai 100 ribu. Sedangkan di luar itu, kadar virusnya dari 380 ribu sampe 15 juta, sehingga penangannya lebih lama. Itu yang kita perhatikan. Makanya bupati dan wali kota jangan kendor. Ini belum selesai. Ini baru selesai, kalau ada obatnya atau vaksinnya,” ungkap Midji.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson mengungkapkan surat bebas COVID-19 dari pemeriksaan rapid test dan swab test masih berlaku untuk pelaku penerbangan di bandara.
ADVERTISEMENT
Namun pihaknya akan terus gencar melakukan penjagaan dari pintu-pintu masuk ke Kalbar, dengan salah satu upayanya adalah melakukan random cek sampel swab yang mendarat di Bandara Supadio Pontianak.
“Belajar dari maskapai yang membawa penumpang terkonfirmasi COVID-19 aja, kami mengambil sampel itu 10 hingga 20 persen dari penumpang. Kalau maskapai itu ada 30 orang, dan 6 orang positif, kami berasumsi dalam pesawat itu ada 20 persen kasus konfirmasi COVID-19 walaupun mereka sudah membawa surat rapid test. Untuk itu kita terus melakukan swab kepada penumpang yang datang di Bandara Supadio,” pungkasnya.