Ikan Arwana Seharga Puluhan Juta Disantap Warga Kalbar, Ini Kandungan Gizinya

Konten Media Partner
17 Juli 2021 10:56
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ikan Arwana Seharga Puluhan Juta Disantap Warga Kalbar, Ini Kandungan Gizinya (16648)
searchPerbesar
Salah satu ikan arwana yang jadi santapan warga di Kalbar. Foto: Dok. Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Banjir yang terjadi di Kabupaten Landak, Kalbar, beberapa hari lalu membuat ikan arwana di tambak terlepas. Ikan yang hidup dikembalikan kepada pemiliknya.
ADVERTISEMENT
Sementara ikan arwana yang mati dimasak dan menjadi santapan warga. Ikan arwana itu dimasak menjadi sayur asam pedas hingga dibuat pekasam.
Dosen Budidaya Perikanan FPIK Universitas Muhammadiyah Pontianak, Eka Indah Raharjo menjelaskan, dulunya ikan arwana memang dikonsumsi orang-orang daerah. Seiring berjalannya waktu, arwana digolongkan menjadi ikan hias.
"Kalaupun mau dimakan, tidak sampai hatilah karena harganya (ikan arwana) begitu mahal. Orang akan memilih untuk menjualnya dalam bentuk ikan hias," jelasnya kepada Hi!Pontianak, Jumat, 16 Juli 2021.
Namun, kondisi itu berbeda ketika banjir yang mengakibatkan ikan arwana terlepas dan tanpa sengaja didapat oleh masyarakat. Menurutnya, tidak menjadi masalah jika masyarakat mengonsumsinya, daripada ikan tersebut mati membusuk.
"Sebenarnya dikonsumsi tidak masalah. Tetapi, kalau ada peluang ditangani hidup lebih lama, yakin saya pasti akan dijual oleh masyarakat dengan harga yang tinggi," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Mengenai kandungan gizi arwana, Eka mengatakan, kandungannya sama dengan jenis-jenis ikan lainnya, seperti jelawat dan patin. Namun, berbeda dengan toman dan gabus karena ada kandungan albuminnya untuk kesehatan, yakni mempercepat penyembuhan luka.
"Kalau arwana itu ndak ada (kandungan albumin). Hanya memang bagi orang-orang China, rasa ikan arwana itu manis," ujarnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020