Kalbar Sepekan: Ibu Tampar Anak Jadi Tersangka; Pemkot Singkawang Lapor Polisi

Konten Media Partner
14 November 2022 9:25
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi tamparan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tamparan. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak - Sejumlah peristiwa terjadi selama sepekan terakhir di Kalimantan Barat. Peristiwa tersebut mulai dari ibu yang tampar anak pengunjung Bee Bee Land Pontianak jadi tersangka hingga Singkawang disebut sebagai destinasi wisata seks bagi WNA, Pemkot lapor polisi.
ADVERTISEMENT
Berikut Kalbar Sepekan yang dihimpun tim Hi!Pontianak:
1. Sempat Viral, Ibu yang Tampar Anak Pengunjung Bee Bee Land Pontianak Tersangka
Ibu-ibu di Pontianak yang melakukan penganiayaan dengan menampar anak berusia 4 tahun, di Bee Bee Land Ayani Megamall, saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Sebelumnya, kasus tersebut viral di media sosial, karena ibu-ibu tersebut menampar anak berusia 4 tahun, hingga pipi anak tersebut merah.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto, memberikan perintah langsung kepada anggota Unit PPA, untuk melakukan penyelidikan terkait laporan dan informasi yang beredar di media sosial tersebut.
“Terduga pelaku seorang wanita, sudah kita panggil, dan kita lakukan pemeriksaan. Terduga pelaku berinisial SNI, berusia 45 tahun," jelas Indra, Senin, 7 November 2022.
ADVERTISEMENT
2. Diduga Dilarang Berhubungan dengan Kekasih yang Posesif, Gadis Sambas Bunuh Diri
Diduga akibat tak direstui dalam hubungan asmara oleh keluarga, seorang gadis di Pemangkat berinisial GO nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Kejadian itu terjadi di rumahnya, di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Minggu, 6 November 2022, sekitar pukul 08.20 WIB.
Kapolsek Pemangkat, Kompol Hoerrudin, menyebutkan, hubungan asmara GO dengan pria yang dipilihnya tak direstui oleh keluarga, dan teman-temannya, karena teman lelakinya tersebut posesif, melarang-larang korban untuk keluar rumah.
“Tepatnya di kamar tidur korban, telah ditemukan tubuh korban dalam keadaan menggantung pada seutas tali tambang plastik, yang mana tali tambang tersebut terikat pada sebatang kayu bulat, yang terbentang di kamar tidur korban,” ungkap Hoerrudin, Senin, 7 November 2022.
ADVERTISEMENT
3. Singkawang Disebut Sebagai Destinasi Wisata Seks Bagi WNA, Pemkot Lapor Polisi
Pemerintah Kota Singkawang melaporkan salah satu media online ke polisi, setelah media tersebut menyebut Kota Singkawang sebagai salah satu destinasi wisata seks bagi warga asing di Indonesia.
"Kami akan ambil langkah tegas, melayangkan somasi dan membuat laporan kepolisian. Berita semacam ini jelas akan menggiring opini publik yang tidak benar terhadap kaum perempuan di Kota Singkawang," kata Rully Amri, Kepala Bagian Hukum Pemkot Singkawang kepada wartawan di Singkawang, Senin, 7 November 2022.
Setelah mendapat masukan dari Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Rully sendiri yang melaporkan media tersebut ke polisi.
"Ini perlu diluruskan. Pihak yang membuat dan merilis berita tersebut harus melakukan klarifikasi, koreksi, dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kota Singkawang," ujar Rully.
ADVERTISEMENT
4. PIS Minta Maaf Usai Sebut Singkawang Sebagai Destinasi Wisata Seks Bagi WNA
Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) meminta maaf kepada masyarakat Kota Singkawang, Kalimantan Barat, atas video berjudul “Kota Tujuan Wisata Seks di Indonesia” yang kini telah dihapus. Pernyataan maaf tersebut disampaikan melalui akun Instagram @gerakanpis, pada Senin, 8 November 2022.
Sebelumnya, PIS mengunggah sebuah video yang menyebutkan bahwa Indonesia memiliki empat daerah yang senang dikunjungi oleh turis untuk melakukan wisata seks, salah satunya Kota Singkawang, Kalbar. Dengan pelaku prostitusi di daerah yang disebut sebagai 'Amoy' karena merupakan kawasan Tionghoa.
Video yang kini telah dihapus itupun mendapat kecaman dari warga Singkawang, khususnya warga Tionghoa.
Usai viral dan mendapat kritikan, PIS memutuskan menghapus unggahannya dan kembali mengunggah permintaan maaf. Mereka mengakui mengutip informasi tersebut lewat sebuah media online.
ADVERTISEMENT
"Kami meminta maaf karena adanya video tersebut melukai hati masyarakat Singkawang. Kami juga sudah menghapus video tersebut dari berbagai akun media sosial PIS. Sekali lagi, kami minta maaf,” tulis akun Instagram @gerakanpis yang dikutip Hi!Pontianak.
5. Tak Diberi Uang untuk Beli Rokok, Pria di Pontianak Tusuk Mantan Istrinya
Seorang pria di Pontianak berinisial MN (44) tega menikam mantan istrinya. Ia marah lantaran tak diberi uang untuk membeli rokok.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto, mengatakan pelaku menikam istrinya lantaran ia meminta uang kepada korban untuk membeli rokok tidak dituruti.
"Pelaku meminta uang untuk beli rokok kepada mantan istrinya, tapi tak dikasi. Akhirnya pelaku marah," kata Indra, Sabtu, 12 November 2022.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020