Kelompok Usaha Bakrie Sumbang Negara Rp 9 Triliun dari Minerba

Konten Media Partner
31 Mei 2021 16:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kelompok Usaha Bakrie Sumbang Negara Rp 9 Triliun dari Minerba (459185)
zoom-in-whitePerbesar
PT Bumi Resources. Foto: Dok. Bumi Resources
Hi!Pontianak - Kelompok Usaha Bakrie (KUB) terus berupaya mendukung pemerintah untuk meningkatkan perekonomian negara, salah satunya lewat Mineral dan Batu Bara (Minerba).
ADVERTISEMENT
KUB melalui PT Kaltim Prima Coal dan Arutmin yang merupakan dua unit usaha PT Bumi Resources (BUMI), menjadi penyumbang royalti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) terbesar, yakni mencapai Rp 9 triliun di tahun 2020 dari Mineral dan Batu Bara (Minerba).
Jika ditambah pajak maka BUMI Grup masuk dalam 31 perusahaan top pembayar pajak terbesar di Indonesia. Perusahaan pertambangan bisa memberikan dampak positif terhadap ekonomi Indonesia, selain dengan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan devisa negara, juga melalui pembayaran PNPB.
Tertuang dalam UU RI No.20 Tahun 2017 tentang PNPB, PNPB adalah seluruh pemerimaan pemerintah pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan.
Produsen batu bara terbesar di Indonesia ini setiap tahunnya memproduksi kisaran 80-85 juta ton, jauh lebih besar dibandingkan perusahaan serupa. Tahun ini, BUMI membidik produksi batu bara bisa meningkat menjadi 85-90 juta metric ton.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Bumi Resources juga menjadi penyumbang besar dalam royalti dan devisa hasil ekspor.
Kelompok Usaha Bakrie Sumbang Negara Rp 9 Triliun dari Minerba (459186)
zoom-in-whitePerbesar
Kelompok Usaha Bakrie (KUB) mendukung pemerintah untuk meningkatkan perekonomian negara. Foto: Dok. Bumi Resources
"Bumi Resources termasuk kontributor royalti terbesar di Indonesia bisa mencapai Rp 9 triliun hanya royalti. Kalau mau ditambahkan pajak, maka kami juga termasuk top 31 pembayar pajak terbesar di Indonesia," kata Dileep Srivastava, Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources dalam keterangan tertulis yang diterima Hi!Pontianak, Senin, 31 Mei 2021.
Sebagai perbandingan royalti yang dibayarkan oleh Bumi Resources jauh lebih besar daripada royalti PT Freeport Indonesia maupun perusahaan batu bara lainnya. Dileep mengatakan, besarnya kontribusi batu bara pada penerimaan negara, masih melebihi hasil tambang lainnya seperti nikel, zinc, maupun emas.
Hal ini pun terlihat dari PNBB yang dicatatkan oleh pemerintah, sepanjang 2020 ESDM mencatat PNBP mencapai Rp 34,6 triliun melebihi dari target Rp 31,41 triliun. Dari jumlah tersebut sekitar 85% berasal dari sektor batu bara sendiri hampir Rp 30 triliun.
ADVERTISEMENT
KUB melalui BUMI juga berkomitmen mendukung pemerintah program gasifikasi batubara dan diperkirakan akan dimulai 2025. Untuk gasifikasi menurutnya baru akan mulai memasok untuk proyek hilirisasi batu bara tersebut baru dimulai paling cepat pada 2023-2024.
Sementara untuk proyek gasifikasi yang melibatkan salah satu anak usahanya, Arutmin Indonesia masih dalam tahap pre-studi kelayakan dan diperkirakan baru dimulai 2025.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020