News
·
4 Agustus 2021 13:01
·
waktu baca 3 menit

Ketapang Sudah 14 Hari Tidak Diguyur Hujan, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Ketapang Sudah 14 Hari Tidak Diguyur Hujan, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla (1265709)
searchPerbesar
Ilustrasi Karhutla. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Pantauan dari 8 stasiun pengamatan BMKG Kalbar hingga saat ini menunjukkan rendahnya potensi hujan yang terjadi di Kalbar.
ADVERTISEMENT
Pada Stasiun Meteorologi Rahadi Oesman Ketapang, tercatat telah 14 hari tidak hujan. Beberapa wilayah lainnya, hari tanpa hujan lebih pendek, namun sejak terjadinya hujan ekstrem di sebagian besar wilayah Kalbar pada tanggal 13 hingga 14 Juli 2021, dan tercatat belum ada lagi hujan lebat pada wilayah yang cukup luas.
Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori, mengungkapkan, jumlah akumulasi titik panas harian di Kalbar tercatat terus mengalami peningkatan sejak tanggal 18 Juli 2021 hingga saat ini.
Monitoring data akumulasi titik panas pada 3 Agustus 2021, menunjukkan titik panas banyak terjadi di Kabupaten Sanggau, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Ketapang.
“Diprakirakan potensi mudah hingga sangat mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan masih akan berlangsung di beberapa wilayah di Kalbar, hingga 7 Agustus 2021. Mulai 8 Agustus 2021 potensi Karhutla di Kalbar dominan pada kategori aman,” jelasnya, Rabu, 4 Agustus 2021.
ADVERTISEMENT
Nanang mengatakan pola angin pada ketinggian 3.000 feet hari ini mengindikasikan potensi yang mendukung terbentuknya awan-awan hujan di Kalbar bagian barat dan utara. Diprakirakan pada 4 Agustus 2021 hari ini, berpotensi terjadi hujan secara tidak merata di setiap Kabupaten Kota di Kalbar.
“Tanggal 5 dan 6 Agustus 2021 diprakirakan hujan masih berpotensi terjadi, namun juga masih belum merata. Diprakirakan terjadinya hujan di sebagian besar wilayah Kalbar pada 7 hingga 9 Agustus 2021. Di periode selanjutnya diprakirakan hujan masih akan terus terjadi di Kalbar,” terangnya.
Ia juga mengatakan agar warga dapat waspada setelah sekian lama tidak hujan, dan banyaknya panas yang terjadi akan mendukung proses konvektif yang kuat untuk pembentukan awan Cumulonimbus. “Adanya awan Cumulonimbus ini perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan hujan yang disertai petir, angin kencang, putting beliung ataupun hujan es,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
Masyarakat dihimbau untuk senantiasa memperbarui informasi dari media-media BMKG untuk antisipasi potensi akan terjadinya cuaca ekstrem. Sehubungan diprakirakan hingga 7 Agustus 2021 masih berpotensi mudah hingga sangat mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Kalbar, maka masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktifitas pembakaran hutan dan lahan.
“Diprakirakan periode puncak pasang air laut di sekitar Kota Pontianak akan terjadi mulai 7 Agustus 2021. Untuk Wilayah Kendawangan, Kabupaten Ketapang diprakirakan sudah mulai maksimum pada 6 Agustus 2021. Pasang maksimum ini diprakirakan masih akan berlangsung hingga 10 Agustus 2021, khususnya pada malam hari. Masyarakat di pesisir barat Kalbar hendaknya mewaspadai potensi terjadinya genangan, karena pada periode 7 hingga 10 Agustus 2021 tersebut diprakirakan juga mulai berpotensi terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT