Food & Travel
·
10 Juni 2021 12:46
·
waktu baca 2 menit

Ketika Bupati Citra Mengajak Bupati Muda Mencicipi Kopi Liberika Kayong Utara

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Ketika Bupati Citra Mengajak Bupati Muda Mencicipi Kopi Liberika Kayong Utara (330703)
Bupati Kayong Utara, Citra Duani mencicipi kopi liberika khas dari Kayong Utara. Foto: Teri/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Bupati Kayong Utara, Citra Duani mencicipi kopi liberika khas dari Kayong Utara, ia mengapresiasi para petani dan pengolah biji kopi yang telah membuat racikan kopi dengan citarasa yang khas.
ADVERTISEMENT
Momen menyeruput kopi tersebut, pada saat Bupati Citra menghadiri kegiatan “Saprahan Khatulistiwa” (Semarak Pariwisata, UMKM, dan Keuangan Khatulistiwa) 2021 yang digelar oleh Bank Indonesia, di Pendopo Gubernur.
Ketika Bupati Citra Mengajak Bupati Muda Mencicipi Kopi Liberika Kayong Utara (330704)
Bupati Kayong Utara, Citra Duani, mengajak Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, mencicipi kopi liberika khas dari Kayong Utara. Foto: Teri/Hi!Pontianak
“Ini kopi khas, kopi liberika dari Kayong Utara. Ditanam langsung dari tanah Kayong Utara, kopi ini menjadi ciri khas juga, jangan lupa ngopi dan bisa juga untuk meningkatkan imunitas tubuh,” ucapnya.
Bahkan Citra juga menawarkan bupati dan kepala daerah lain untuk mencicipi kopi asal kampung halamannya tersebut.
Sementara itu, Pemilik Kedai Kopi Jago Jalanan (Kojal), Gusti Iwan Darmawan mengatakan ia mulai mengedukasi para petani di Kayong Utara dan menemukan beans liberika sejak 2017 lalu.
Biji kopi liberika asal Kayong Utara memiliki aroma jambu, karena kata Iwan, kebun kopi di sana juga ditanami dengan pohon jambu. Pada umumnya, biji kopi liberika memiliki aroma nangka, namun tambahan aroma jambu menjadi ciri khas kopi liberika asal Kayong Utara.
Ketika Bupati Citra Mengajak Bupati Muda Mencicipi Kopi Liberika Kayong Utara (330705)
Pemilik Kedai Kopi Jago Jalanan (Kojal), Gusti Iwan Darmawan, menunjukkan kopi liberika asal Kayong Utara yang dikembangkannya. Foto: Teri/Hi!Pontianak
“Kita ada kelompok tani, kebun kopi liberika ini total luas lahannya 40 hektar, kita juga didampingi oleh Bank Indonesia Perwakilan Kalbar pada tahun 2019. Dari sini BI sudah membantu petani dalam mempercepat proses pasca panen, dan menghasilkan biji kopi grade A,” kata Iwan.
ADVERTISEMENT
Biji kopi liberika asal Kayong Utara ini, tak hanya dijual di wilayah Pontianak, dan sekitarnya, namun Iwan juga mengatakan, biji kopi liberika ini juga telah terjual ke Serawak.
“Dulu sebelum diberikan pendampingan, biji kopi di sini kurang bagus, jamuran, begitu saya masuk perlu pendekatan lebih kurang 1 tahun.
Kelompok tani ada 22 KK, dengan lahan 1 dusun 40 hektar, kurang lebih 3 kecamatan menghasilkan kopi,” ungkapnya.
Biji kopi liberika asal Kayong Utara, selain menjadi ciri khas Kalimantan Barat, pihaknya berhasil mempekerjakan kelompok tani, dan memberikan edukasi terkait penanaman, pengolahan, hingga pasca panen, dan menghasilkan biji kopi yang enak.