Pencarian populer

Kisah Dayat, Penjaga Kerang Raksasa Langka di Pulau Lemukutan

Pengunjung berfoto di kawasan Taman Kima di Pulau Lemukutan. Foto: Dok Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Kima atau yang biasa disebut dengan kerang raksasa, merupakan biota laut yang dilindungi, karena saat ini keberadaan Kima terancam punah. Hal itulah yang membuat pemilik Taman Kima, Dayat, mendirikan sebuah destinasi wisata bawah laut sekaligus tempat pelestarian Kima sejak 2006.
ADVERTISEMENT
Berada di Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat, tepatnya berada di Teluk Surau, Taman Kima sudah menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi wisatawan Kalimantan Barat. Di pulau ini, kita dapat menikmati indahnya biota laut yang dilindungi.
Pulau Lemukutan memiliki pemandangan bawah laut yang indah. Foto: Dok Hi!Pontianak
Bersama anak dan istrinya, Dayat menjaga keberadaan dan habitat spesies bawah laut kelas bivalvia ini di pesisir taman bawah laut di Pulau Lemukutan. Taman tersebut juga sudah diresmikan langsung oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 31 Juli 2016.
Taman Kima dibangun dengan ukuran panjang 100 meter dan lebar 50 meter. Kima yang berada di taman tersebut berkisar 150 Kima Sisik, 100 Kima Kecil, dan 300-an Kima Lubang.
Pulau Lemukutan merupakan kawasan wisata favorit bagi yang ingin menikmati sensasi pemandangan bawah laut. Foto: Dok Hi!Pontianak
Karena keberadaannya yang hampir punah, perlindungan Kima diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 199 tentang Pengawetan dan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
ADVERTISEMENT
"Sebenarnya, pernah ada tamu (wisatawan) yang mau beli dengan bayaran mahal. Cuma, ya lebih mahal lagi kalau saya dipenjara 10 tahun. Kita tidak berani. Mulailah pelan-pelan saya lestarikan. Nah, kita juga tidak boleh foto sambil memegang Kima, lalu di-upload di sosmed. Itu bisa kena ancaman hukuman. Jadi cukup kita lihat tanpa disentuh, sambil difoto," kata Dayat, saat diwawancara Hi!Pontianak, Selasa (16/7).
Loading Instagram...
Menurut Dayat, Kima biasanya diburu untuk diambil bagian dagingnya yang lembut untuk dimakan. Sedangkan kerangnya yang indah dijadikan untuk hiasan.
"Pernah ada dulu dibentuk Taman Kima Nasional di sepanjang pesisir di daerah Lemukutan. Karena mungkin sumber daya manusianya yang kurang prihatin, ya sekarang taman tersebut tinggal nama saja dan plang itu," kata Dayat.
Taman Nemo merupakan habitat ikan di Pulau Lemukutan. Foto: Hi!Pontianak
Tak ada cara spesial dalam melestarikannya. Dayat cukup menjaga biota laut dari habitatnya dengan membuat taman di area tersebut.
ADVERTISEMENT
"Untuk melestarikannya, dia kan hidup sendiri, makan plankton. Saya kurang lebih 3 tahun di sini memang belum beranak, belum berkembang biak Kima di sini. Karena memang tumbuh berkembang Kima bakalan lama. Bisa kurang lebih 9 tahun baru bisa besar," ungkap Dayat.
Tak hanya Taman Kima, Dayat juga membangun Taman Nemo, tempat hidup habitat ikan-ikan dengan terumbu karang yang indah. Dirinya mengatakan, hingga kini selain ikan nemo yang indah, masih banyak juga ikan hias lainnya yang hidup di taman tersebut. (hp8)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85