Kisah Dokter Harisson, Dari PTT di Daerah Terpencil Kini Jabat Sekda Kalbar

Konten Media Partner
14 Januari 2022 7:35
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kisah Dokter Harisson, Dari PTT di Daerah Terpencil Kini Jabat Sekda Kalbar (22756)
zoom-in-whitePerbesar
Dokter Harisson, Kepala Dinas Kesehatan yang terpilih menjadi Sekda Kalbar. Foto: Teri/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, Jumat, 14 Januari 2022 pagi ini, akan melantik Dokter Harisson sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar.
ADVERTISEMENT
Harisson terpilih sebagai Sekda setelah mengikuti rangkaian proses seleksi sejak 2021. Ia menduduki peringkat pertama dari hasil akhir seleksi tersebut, dengan total nilai 87,97. Sementara peringkat kedua diduduki Syarif Kamaruzaman dengan nilai 87,63, dan di peringkat ketiga ada Ignasius IK dengan nilai 86,21.
Harisson memulai karirnya di Kalbar sebagai dokter di satu perkebunan kelapa sawit, di Kabupaten Sanggau pada 1994. Ketika itu, Harisson yang bekerja di sebuah klinik di Tangerang, diajak oleh temannya, untuk bekerja di perkebunan sawit di Kalbar sebagai dokter.
Saya ke Kalimantan Barat menggunakan kapal, karena tidak memiliki uang yang cukup. Setelah bekerja di situ (perusahaan perkebunan) selama dua tahun, lalu saya melamar sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT)," kata Harisson kepada wartawan, Kamis, 13 Januari 2021.
Kisah Dokter Harisson, Dari PTT di Daerah Terpencil Kini Jabat Sekda Kalbar (22757)
zoom-in-whitePerbesar
Harisson diangkat menjadi PNS setelah menjadi dokter PTT teladan di daerah terpencil. Foto: Dok Hi!Pontianak
Harisson kemudian diterima sebagai dokter PTT (pekerja tidak tetap) di Puskesmas Teluk Batang, yang ketika itu masih bernaung di Kabupaten Ketapang. Dengan jumlah dokter yang masih sangat minim, ketika itu Puskesmas Teluk Batang harus melayani tiga kecamatan, yakni Teluk Melano, Simpang Hilir, dan Seponti.
ADVERTISEMENT
Setelah tiga tahun mengabdi sebagai dokter PTT di Puskesmas Teluk Batang, Ia terpilih sebagai peringkat dua dokter teladan se-Provinsi Kalbar. Pada masa itu, dokter teladan mendapat 'hadiah' kesempatan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Awal karir Harisson menjadi PNS, ia ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. A. Diponegoro, Putusibau. Sempat bertugas di sejumlah Puskesmas di Kapuas Hulu, lalu pada 2006 ia kembali ke RSUD dr. A. Diponegoro, dan menjabat sebagai direktur.
Lalu pada 2010 ia ditunjuk sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, hingga 2019. Selanjutnya ia terpilih menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kalbar sejak 2019 hingga hari ini, karena pagi ini ia dilantik sebagai Sekda Kalbar.
Banyak pengalaman yang telah dirasakan Harisson saat bertugas di Kalbar. Mulai harus menginap di tengah hutan, hingga terpaksa harus melakukan operasi sesar terhadap seorang ibu yang hendak melahirkan, karena ketika itu tak ada dokter spesialis kandungan di Putussibau. Anak dan ibu tersebut selamat. Bahkan oleh orang tuanya, anak tersebut diberi nama Harisson, sama seperti nama dokter yang membantu persalinan ibunya. "Itu membuat saya terharu," kata Harisson.
ADVERTISEMENT
Nama Harisson sengaja dipilih oleh orang tua anak tersebut, sebagai bentuk terima kasih dan pengingat kepada dokter yang menyelamatkan nyawanya dan anaknya.
“Jadi ibu itu bilang, sebagai bentuk untuk mengenang bapak, anak ini saya beri nama Harisson. Saya senang, melihat ibunya sehat dan anaknya sudah sekolah,” kenangnya.
Menurutnya apa yang diraih sampai hari ini sama sekali tak pernah terpikirkan sebelumnya. Harisson hanya memiliki prinsip, selalu bekerja dengan ikhlas dan tuntas. "Jika diberikan atasan tugas, walaupun misalnya kita ragu, atau kayaknya tugas itu susah untuk dikerjakan, jangan langsung menyerah. Kerjakan dulu. Sebab sesuatu yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, jika ada niat dan dikerjakan,” pingkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020