News
·
24 Februari 2020 15:10

Komunitas Lingkungan di Pontianak Lakukan Aksi Bersih Sampah

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Komunitas Lingkungan di Pontianak Lakukan Aksi Bersih Sampah (97744)
Foto bersama saat Hari Peduli Sampah Nasional 2020 di Waterfront Barito Pontianak. Foto: Dok. Earth Hour Pontianak
Hi!Pontianak - Memeriahkan Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari, berbagai komunitas lingkungan di Pontianak menggelar Hari Peduli Sampah 2020 di Waterfront Barito Pontianak, Minggu (23/2). Hari Peduli Sampah Nasional 2020 ini mengusung tema Lingkungan Bersih Cerminan Wisata Kota.
ADVERTISEMENT
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat Kota Pontianak agar mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai dan tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga, Kota Pontianak bebas sampah 2025 dapat terwujud.
Waterfront di Kota Pontianak ini satu diantara yang terbaik di Indonesia. Kedepannya, wilayah waterfront akan diperluas hingga ke Gg. Kuantan di Jalan Imam Bonjol. Tentu saja kebersihan sungai menjadi salah satu aspek penting dalam wisata kota ini. Kami akan bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mewujudkan daerah wisata yang nyaman dan bersih, sehingga menjadi lebih rapi lagi,” kata Erlando Koranda, Senin (24/2).
150 partisipan dari 16 komunitas dan himpunan mahasiswa lainnya juga turut berpartisipasi dalam aksi ini. Sampah yang diangkut dibagi menjadi tiga sesuai dengan kelompoknya, yaitu sampah organik, sampah plastik tidak layak jual, dan sampah plastik layak jual. Total sampah yang terkumpul sebanyak 350 kilogram, dimana plastik layak jual disalurkan ke Bank Sampah Rosella untuk didaur ulang.
Komunitas Lingkungan di Pontianak Lakukan Aksi Bersih Sampah (97745)
Aksi bersih-bersih sampah dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional. Foto: Dok. Earth Hour Pontianak
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talkshow seputar dampak sampah terhadap lingkungan sekitar dan pameran hasil daur ulang. Tujuan dari kedua acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan dampak sampah plastik bagi kehidupan dan sampah juga dapat bermanfaat bila dikelola dengan baik, seperti HMTL Untan yang memperlihatkan hasil olahan dari ecobrick berupa kursi dan meja serta paving block dari plastik dan pasir.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Bank Sampah Rosella juga memamerkan berbagai produk kerajinan seperti celengan, foldable tote bag dan lain-lain.
Maria Theresia dari WWF-Indonesia menyebutkan, bahwa sumber sampah plastik yang ada di sungai dan laut bisa berasal dari mana saja. Namun, sampah-sampah tersebut akan terbawa ke laut dan akhirnya menumpuk di pantai-pantai.
“Misalnya saja di salah satu kawasan kerja kami, Paloh, banyak sekali sampah kiriman di sekitar pantai peneluran penyu. Sampah-sampah plastik tersebut tidak hanya dari Indonesia, tapi juga ada dari Burma, Thailand, Singapura dan lain-lain jika dilihat kemasan botolnya. Oleh karena itu, dengan teman-teman membawa botol minum sendiri dan menolak penggunaan sedotan saat di kafe atau dimana pun sudah menjadi awal yang baik untuk mewujudkan Pontianak bebas sampah 2025,” tuturnya.
ADVERTISEMENT