Mengenang Perjalanan Karier BJ Habibie

Hi!Pontianak - Presiden ke-3 RI BJ Habibie meninggal dunia, Rabu (11/9) malam. Semasa hidupnya, Habibie aktif di dunia teknologi, hingga dijuluki Bapak Teknologi. Dalam perjalan kariernya, Habibie rela meninggalkan pekerjaannya di Jerman dan mengabdikan diri untuk Ibu Pertiwi.
Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman. Kemampuan Habibie pun tak diragukan lagi oleh dunia internasional.
Dia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan Presiden Soeharto, pada 1973. Habibie kemudian menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) sejak tahun 1978 hingga Maret 1998.
Gebrakan Habibie saat menjabat Menristek diawali keinginannya untuk mengimplementasikan Visi Indonesia. Menurutnya, lmpatan Indonesia dalam Visi Indonesia bertumpu pada riset dan teknologi, khususnya pula dalam industri strategis yang dikelola PT IPTN, PINDAD dan PT PAL.
Targetnya, Indonesia sebagai negara agraris dapat melompat langsung menjadi negara Industri dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, ketika menjabat sebagai Menristek, Habibie juga dipercaya sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang pertama. Dia terpilih secara aklamasi menjadi Ketua ICMI pada 7 Desember 1990.
Tahun 1998, merupakan tahun pucak karier seseorang yang dikenal jenius itu. Habibie diangkat menjadi Presiden RI pada 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Setelah sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 masa pemerintah Presiden Soeharto. (hp10)

