Bisnis
·
6 Desember 2020 14:16

Pemerintah Dorong UMKM Bangkit di Tengah Pandemi Lewat Bantuan Stimulus

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Pemerintah Dorong UMKM Bangkit di Tengah Pandemi Lewat Bantuan Stimulus (277087)
searchPerbesar
Ilustrasi pelaku UMKM. Foto: Shutterstock
Pemerintah Dorong UMKM Bangkit di Tengah Pandemi Lewat Bantuan Stimulus
ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak - Pandemi yang berlangsung sejak awal 2020 memberikan dampak yang sangat signifikan pada perekonomian di Indonesia termasuk Kalimantan Barat. Tidak hanya dialami oleh pelaku usaha skala besar. Hal serupa juga ikut dialami para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Untuk mengatasi situasi tersebut, pemerintah gencar menyusun strategi pemulihan bisnis UMKM di masa adaptasi kebiasaan baru. Salah satunya melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan dikeluarkannya Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM).
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil, Dinas Koperasi dan UKM Kalbar, Anselmus mengatakan, selama masa pandemi COVD-19 terjadi peningkatan jumlah pelaku usaha mikro di Kalbar, yakni sekitar 42.000 UMKM.
"Khusus untuk usaha mikro memang terjadi lonjakan yang luar biasa selama masa pandemi ini," kata Anselmus, saat mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalbar Ansfridus J Andjioe saat menjadi pemateri kegiatan webinar dengan tema 'Manfaat Program PEN bagi UMKM' di Pontianak, Kamis, 3 Desemer 2020.
ADVERTISEMENT
Anselmus menyatakan, program bantuan bagi UMKM yang digelontorkan pemerintah ini membuat jumlah pelaku usaha mikro di Kalbar bertambah. Berdasarkan tahun 2019 jumlah pelaku usaha mikro di Kalbar sebanyak 54 ribu. Namun, dengan bantuan dari pemerintah pusat, tercatat 96 ribu pelaku usaha mikro yang mengajukan bantuan dan akan terus bertambah.
"Melalui kebijakan ini juga diharapkan UMKM Kalimantan Barat bisa berkontribusi meningkatkan perekonomian Indonesia yang semakin kokoh di tahun-tahun mendatang. Terlebih, Kalimantan Barat mempunyai komoditi atau produk unggulan yang bernilai ekspor dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten atau kota hingga provinsi yang diyakini mampu bersaing di pasar global," jelasnya.
Anselmus mengatakan, agar UMKM bisa tumbuh di masa serba sulit seperti sekarang ini, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM telah memberikan tiga stimulus. Bantuan stimulus tersebut terdiri dari kelonggaran pembayaran pinjaman, keringanan pajak UMKM selama 6 bulan serta transfer tunai untuk bisnis skala mikro.
ADVERTISEMENT
"Langkah lain yang dilakukan adalah dengan melakukan kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Atase Industri di luar negeri untuk terus melakukan proses negosiasi perdagangan," ujarnya.
Dengan berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah tersebut, diharapkan membantu para pelaku usaha di Kalbar untuk bertahan di tengah pandemi ini dan dapat tetap mengembangkan usahanya.