News
·
31 Maret 2021 13:00

Pemkot Pontianak Dorong Diversifikasi Pangan

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Pemkot Pontianak Dorong Diversifikasi Pangan (217734)
Pemkot Pontianak menggelar sosialisasi dan pelatihan diversifikasi pengan. Foto: Dok. Pemkot Pontianak
Hi!Pontianak - Banyak masyarakat yang mengandalkan nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Padahal beragam hasil pertanian selain nasi dapat dijadikan sebagai makanan pokok.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai perlunya diversifikasi pangan dalam memenuhi asupan makanan. Jika, suatu saat nanti beras sulit didapatkan atau harganya melambung tinggi.
"Dengan diversifikasi pangan ini kita bisa mencari alternatif makanan lainnya sebagai pengganti (nasi-red). Jadi, tidak mesti makan nasi," kata Edi usai membuka sosialisasi dan pelatihan diversifikasi pangan di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota, Selasa, 30 Maret 2021.
Edi menuturkan, dibutuhkan inovasi dan kreativitas dalam menciptakan makanan sesuai standar kebutuhan tubuh dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Ia berharap, para peserta mendapatkan pemahaman dan menambah wawasan terkait pentingnya diversifikasi pangan bagi keluarga.
"Karena kita ketahui pandemi COVID-19 mengharuskan kita untuk selalu bugar dan sehat sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh," terangnya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya imunitas tubuh tidak hanya didapat dari vaksinasi, nutrisi dan gizi makanan juga menjadi bagian dari membentuk imunitas. Bagi sebagian masyarakat ada yang belum memahami pentingnya gizi makanan.
Makanan tidak hanya semata yang mengenyangkan saja, tetapi bagaimana makanan itu bisa memenuhi kebutuhan gizi. "Ada makanan yang bisa dikombinasikan sehingga pemenuhan kebutuhan gizi bisa tercapai," timpalnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak Bintoro menuturkan, program diversifikasi pangan, selain budidaya dan memanfaatkan pekarangan, juga dalam upaya meningkatkan konsumsi pangan non beras. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengalokasikan bantuan bagi nelayan dan petani yang gagal panen.
"Bantuan tersebut subsidi budidaya ikan lele dan nila. Kemudian juga dibantu alat untuk budidaya peralatan. Kami juga mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat melalui DAK maupun APBN," tutur Bintoro.
ADVERTISEMENT