Pengelola SPBU di Kendawangan Diduga Jual Solar Subsidi ke Tambang Emas Ilegal

Konten Media Partner
9 Agustus 2022 13:31
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Polda Kalbar menangkap pengelola SPBU di Kendawangan, Ketapang, dan seorang penampung solar subsidi. Foto: Teri/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Polda Kalbar menangkap pengelola SPBU di Kendawangan, Ketapang, dan seorang penampung solar subsidi. Foto: Teri/Hi!Pontianak
ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak - Polda Kalbar menangkap seorang pengelola SPBU yang menjual solar subsidi ke penampung BBM, untuk kemudian disalurkan ke tambang emas ilegal, Senin, 8 Agustus 2022.
ADVERTISEMENT
Pria berinisial WA tersebut yang merupakan pengelola SPBU di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Ia diduga menjual BBM jenis solar subsidi kepada penampung, untuk operasional tambang emas ilegal.
Kasubdit IV Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, AKBP Yasir Ahmadi, mengatakan, WA menjual minyak solar subsidi di atas harga eceran tertinggi, yakni Rp 7.500 per liter kepada penampung.
Setelah itu, penampung menjual kepada para pembeli, yakni kepada penambang emas ilegal dengan harga Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu per liter.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Yasir menyebutkan, saat ditemukan di TKP, di Kabupaten Landak, penampung menyediakan tempat penampungan sebanyak 1,5 hingga 2 ton. Sedangkan TKP di Kabupaten Ketapang dapat menampung atau menjual sebanyak 2 hingga 3 ton, di luar harga eceran tertinggi.
ADVERTISEMENT
“Yang di Ketapang, Kecamatan Kendawangan, ini satu bulan bisa menjual 1 hingga 3 ton setiap kali masuk BBMnya. Contoh dia masuk jatah BBM-nya 5 ton, dia bisa jual 2 hingga 3 ton, di luar harga eceran tertinggi. Sisanya dia jual dengan sesuai aturan pemerintah,” paparnya.
Modus yang digunakan oleh penampung tersebut adalah mereka mengisi BBM sendiri, lalu dipindahkan, dan mengisi ulang berkali-kali. Ia jual ke perusahaan tambang ilegal, atau tanpa dilengkapi dokumen.
“Penangkapan ini juga dilakukan oleh pemodal atau cukong yang jarang disentuh. Pemodalnya sudah ada, cukong juga. Cukongnya ditetapkan TPPU, atau Tindak Pidana Pencucian Uang atau Money Laundry, untuk memberikan efek jera,” tukasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020