kumparan
search-gray
News9 Maret 2020 12:15

Ribuan Massa Gelar Aksi Damai Bela Peladang di PN Sintang, Kalbar

Konten Redaksi Hi Pontianak
WhatsApp Image 2020-03-09 at 11.52.25.jpeg
Ribuan massa menggelar aksi damai bela peladang di PN SIntang, Senin (9/3). Foto: Yusrizal/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Berbagai elemen masyarakat kembali menggelar aksi damai bela peladang di Pengadilan Negeri Sintang, Senin (9/3). Massa menggelar aksi damai untuk mengawal sidang putusan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan terdakwa enam peladang di Sintang.
ADVERTISEMENT
Aksi damai yang dihadiri ribuan massa dikawal ketat aparat keamanan TNI-Polri. Sejumlah kendaraan taktis Polri seperti mobil barikade, water canon juga disiagakan. Selain itu, Polres Sintang juga melakukan rekayasa lalu lintas.
Massa aksi damai mulai memadati Pengadilan Negeri Sintang sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka datang dari dua titik kumpul, yakni Balai Kenyalang dan Taman Entuyut. Massa tak hanya dari Sintang saja. Tetapi, ada juga dari Kabupaten lain seperti Melawi, Sanggau, Sekadau, Kapuas Hulu dan Landak.
Sebelum melalukan orasi, terlebih dulu dibacakan doa. Massa kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan orasi oleh Ketua Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP), Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sintang Jeffray Edward, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Melawi dan Sekretaris Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Yakobus Kumis.
WhatsApp Image 2020-03-09 at 11.52.28.jpeg
Orasi dalam aksi bela peladang di PN Sintang. Foto: Yusrizal/Hi!Pontianak
Dalam orasinya, Sekretaris Majelis Adat Dayak Nasional Yakobus Kumis berharap, tahun depan tidak boleh ada lagi penangkapan terhadap peladang. “Kami juga minta Gubernur membuat Pergub yang membolehkan membakar ladang,” kata Yakobus Kumis.
ADVERTISEMENT
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sintang Jeffray Edward mengatakan, setelah berjuang kurang lebih 8 bulan untuk mengawal, memberikan support dan mendukung gerakan bela peladang. Kedatangan kembali hari ini untuk melihat keadilan ditegakkan.
“Oleh sebab itu, saya minta apa yang sudah kita lakukan selama ini tidak tercederai oleh kelompok atau oknum yang ingin mengacaukan persidangan ini. Makanya kita harus menjaga situasi ini agar tetap aman. Kita sudah sepakat untuk mengawal dan memberi support dengan menjaga keamanan dengan baik,” ujarnya.
“Karena, sejak awal kita mengatakan peladang bukan penjahat. Hari ini, buktikanlah bahwa kedatangan kita bukan sebagai penjahat. Tapi sebagai peladang, anak peladang. Tunjukan bahwa kita bukan penjahat,” tuturnya.
WhatsApp Image 2020-03-09 at 11.52.33.jpeg
Aksi damai yang dihadiri ribuan massa. Foto: Yusrizal/Hi!Pontianak
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white