kumparan
27 Apr 2019 22:47 WIB

Rimpang Nusantara Sarana Eksplorasi Pegiat Seni

Kegiatan presentasi seniman Rimpang Nusantara dan seniman partisipan Biennale Jogja Equator. Foto: Dok Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Pegiat seni asal Pontianak, Arif Setiawan menjadi perwakilan Kalbar yang ikut dalam kegiatan Rimpang Nusantara. Salah satu program dari Cemeti-Institut untuk Seni dan Masyarakat yang berlangsung di sepanjang tahun 2019 hingga 2021.
ADVERTISEMENT
Saat dihubungi, Arif bercerita mengenai bagaimana dirinya menjadi perwakilan Kalbar dalam kegiatan Rimpang Nusantara yang telah dilaksanakan hari Minggu, 21 Maret 2019 di Canopy Center, Pontianak Selatan.
"Senang banget! Awalnya itu dari submit sih, saat presentasi program aku gak datang. Nah, besoknya aku ngedatangin si kurator Biennale-nya. Terus ngobrol lah dan disuruh submit sama dia. Sebenarnya sudah tutup jadwalnya, tapi dia kasih waktu seminggu buat siapkan proposalnya terus kirim ke email dia, dan Alhamdulillah lolos deh."
Arif mengatakan bahwa proposal yang dia kirim mengenai kegiatan seni dan karya yang pernah dilakukannya. Menurutnya, proposal tersebut yang dijadikan sebagai salah satu tolak ukur untuk lolos.
"Selama seminggu disini saya dan kawan-kawan lebih ke pembekalan dan melakukan forum diskusi. Melakukan riset dan observasi kecil di Jogja lalu dipresentasikan. Setelah itu semua, nanti di kisaran bulan Mei sampai Juni kami berangkat ke wilayah riset yang ditetapkan selama sebulan untuk memetakan karya. Dan saya ditetapkan ke Mandar, Sulawesi Barat. Nantinya karya itu dipamerkan di acara Biennale di Jogja bulan Oktober."
ADVERTISEMENT
Ekspedisi seniman Rimpang Nusantara dan seniman partisipan Biennale Jogja Equator. Foto: Dok Hi!Pontianak
Pada periode pertama, Cemeti Institusi dan Biennale Jogja Equator menjalin kemitraan di beberapa arsiran program untuk membicarakan narasi “Pinggiran”. Cemeti dan Biennale Jogja Equator sepakat untuk merancang rangkaian proyek yang berisi seri diskusi (tertutup & terbuka), penelitian, publikasi, residensi dan presentasi dalam beragam format di sepanjang tahun 2019.
Pada pelaksanaan periode pertama di tahun 2019, akan ada lima seniman yang ikut serta di dalam setiap platform kegiatan Rimpang Nusantara. Tahun pertama ini merupakan langkah awal bagi aktivasi jaringan, pengembangan gagasan yang mengisi tiap-tiap platform kegiatan, sekaligus uji coba metode kerja rimpang.
Melalui Rimpang Nusantara ini diharapkan akan muncul beragam bentuk praktik seni yang kontekstual, dan produksi pengetahuan yang ditopang oleh corak kerja bersama, kekuatan literasi kritis, serta penghormatan terhadap keberagaman. (hp6)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·