kumparan
KONTEN PUBLISHER
26 Maret 2020 13:45

Sejumlah Musisi Asal Kalbar Jalani Karantina Mandiri untuk Cegah Corona

virus corona Maulana Saputra kumparan.jpg
Ilustrasi virus corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan
Hi!Pontianak - Sejumlah musisi asal Pontianak, Kalimantan Barat, menjalani karantina mandiri, untuk mencegah kemungkinan penyebaran wabah corona. Ini mereka lakukan, karena memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.
ADVERTISEMENT
Mimi, pencabik bass band hardcore asal Pontianak Secret Weapon, menuturkan saat ini ia tengah menjalani karantina mandiri. "Saya kemarin pulang dari Thailand, pas pulang lewat Kuala Lumpur, sehari sebelum Malaysia lockdown. Untuk mencegah dan lain-lain, atas saran keluarga dan kesadaran saya sendiri, saya menjalani karantina mandiri selama dua pekan," ungkap Mimi kepada Hi!Pontianak, Kamis (26/3).
WhatsApp Image 2020-03-25 at 18.59.47.jpeg
Mimi Secret Weapon menjalani karantina mandiri bersama dua rekannya. Foto: istimewa
Mimi menambahkan, ia menjalani karantina, bersama dua temannya, yang sama-sama baru saja melakukan perjalanan ke Thailand.
Mimi mengaku heran, karena masih ada anak muda yang tak memperdulikan anjuran pemerintah untuk melakukan karantina mandiri dan sosial distancing. "Kalau ada yang baru pulang dari luar negeri atau daerah lain yang sudah terdampak wabah corona, dan dia masih santai-santai, berkumpul, tidak melakukan karantina mandiri, (itu) parah. Itu membahayakan orang lain," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Selain Mimi, Nursalim Yadi Anugerah juga tengah menjalani karantina mandiri. Yadi, panggilan akrab personel Balaan Tumaan ini, menuturkan, belum lama ini ia baru pulang dari sebuah acara di Australia. "Setelah pulang dari sana, saya berusaha untuk karantina mandiri," ujar pria asal Pontianak yang juga seorang komposer ini.
WhatsApp Image 2020-03-26 at 13.38.35.jpeg
Nursalim Yadi Anugerah, komposer asal Pontianak. Foto: istimewa
Yadi berharap, pemerintah memudahkan akses agar masyarakat bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti rapid test corona, untuk mencegah penyebaran wabah yang lebih luas.
Yadi berharap, agar anak-anak muda di Pontianak dan Kalimantan Barat, sadar betul dengan bahaya wabah corona. "Kalau tidak mendesak, jangan ke luar rumah dulu lah. Diam-diam di rumah, untuk kesehatan kita, orang lain, dan orang-orang yang di sekitar kita" ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Kalau biasanya Yadi bertemu dengan teman-temannya di warung kopi, selama menjalani karantina mandiri, ia hanya melakukan kontak lewat video call.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan