kumparan
9 Sep 2019 20:21 WIB

Sering Menalang Transfer Uang Warga, Antar Kusnadi ke DPRD Sintang

Kusnadi bersama istri dan anak-anaknya usai pelantikan anggota DPRD Kabupaten Sintang periode 2019-2024, Senin (9/9). Foto: Agus Pujianto/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Kusnadi (36), mantan Satpam Bank Kalbar di Kecamatan Serawai, terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat periode 2019-2024. Dengan modal cekak dan minim pengetahuan politik, Kusnadi nekat maju dalam kontestasi Pileg pada 17 April 2019 menggunakan kendaraan politiknya, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
ADVERTISEMENT
Dibalik kesuksesan Kusnadi menduduki kursi DPRD Kabupaten Sitang, tak terlepas dari pekerjaan selama 6 thun menjadi Satpam. Kusnadi sering membantu warga menalangi transfer uang hingga mmebuatnya dipercaya menduduki kursi DPRD untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Serawai-Ambalau.
Pria kelahiran 10 Oktober 1983 itu masih tak percaya dengan hasil yang telah dicapainya. Padahal, ia sudah sah sebagai anggota DPRD Kabupaten Sintang.
Suami dari Verayunita ini mengaku “buta” dengan politik. Selama hidupnya, ayah dari tiga anak ini mengaku tak pernah terbesit untuk terjun ke dunia politik.
Sebelum menjadi Satpam, lulusan Universitas Pancha Bhakti Pontianak ini beternak ayam. “Sebelum jaga malam, ternak ayam sendiri, 300 ekor, pas-pasan lah hasilnya,” ujarnya kepada Hi!Pontianak, Senin (9/9).
ADVERTISEMENT
Kemudian, Kusnadi menjadi Satpam sejak 2012. Sebagai Satpam ia digaji Rp2,6 juta per bulan. Uang tersebut sebagian disisihkan ke rekening tabungan.
Uang itu sengaja disisihkan Kusnadi untuk membantu warga yang kesulitan mengirim uang kepada anaknya sekolah di Sintang dan Pontianak. Maklum, jarak antara kota Kabupaten Sintang ke Serawai sangat jauh. Paling cepat ditempuh dalam waktu 4 jam perjalanan darat melintasi Kabupaten Melawi. Jarak tempuh bisa berubah jika musim penghujan dan jalan tanah akan sangat ekstrem.
Kusnadi menandatangani berkas usai dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senin (9/9). Foto: Agus Pujianto/Hi!Pontianak
Selain itu, desa-desa di Serawai maupun Ambalau tidak semuanya terhubung dengan jalan darat. Sungai Melawi yang menjadi jalur utama transportasi. Sehingga, jarang sekali warga turun ke kota Kecamatan Serawai hanya untuk mengirim uang kepada anaknya. Dalam kondisi itu lah, keberadaan Kusnadi sangat membantu warga yang ingin mentransfer uang kepada anaknya tanpa harus turun ke kota kecamatan.
ADVERTISEMENT
“Bantu warga transfer uang untuk anaknya yang sekolah di Sintang. Biasanya orangtua beladang, jadi kalau pas beladang, anaknya minta kirim duit, ya saya talangin dulu. Biasa sabtu minggu saya isi ATM Rp 1-2 juta," ucap Kusnadi.
"Uang untuk persiapan siapa tau nanti ada yang nelpon minta tolong talangin. Hampir setiap minggu ada. Duit dikembalikan waktu warga turun ke Serawai. Mereka antar ke rumah,” timpalnya.
Siapa sangka, berkat investasi sosial membantu warga menalangi uang memudahkan jalan Kusnadi duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Sintang. “Dari situ lah, banyak dikenal warga,” tuturnya.
Kusnadi mengaku modal kepercayaan warga itu lah yang menguatkan tekadnya untuk ikut dalam kontestasi Pileg di Pilkada serentak 17 April lalu. Padahal, awalnya dia mengaku bimbang dengan tawaran untuk ikut nyaleg dari Partai PKB. Butuh waktu enam bulan untuk memutuskan maju atau tidak. Selain pertimbangan dukungan, Kusnadi juga tak punya modal.
ADVERTISEMENT
“Saya maju modal utama bukan uang, tapi kepercayaan masyarakat dan hubungan baik dengan warga,” kata ayah tiga anak yang dua anak di antaranya kembar.
Tentu saja modal kepercayaan saja tak cukup. Kusnadi mengaku menghabiskan biaya Rp 80 juta rupiah untuk biaya kampanye dan lain sebagainya. Uang tersebut merupakan uang pribadi Kusnadi ditambah tabungan istrinya. Kusnadi bersyukur banyak tim relawan yang membantunya tanpa pamrih.
Verayunita, istri Kusnadi siap mendampingi suaminya. Foto: Agus Pujianto/Hi!Pontianak
“Sempat ada perasaan takut, karena melihat pergerakan calon lain dari segi materi dan segalanya lebih, dan lagi modal bicara mereka bagus. Makanya setiap saya kampanye, saya selalu bilang, kalau untuk visi misi saya tidak ada, karena saya belum memahami menjadi dewan sebenarnya. Makanya saat saya datang ke warga hanya untuk nyampaikan minta bantu dan tolong, itu saja. Kalau memang merasa yakin dan percaya dengan saya, tolong saya. Itu aja. Ndak ada nawarkan janji ke masyarakat,” beber Kusnadi.
ADVERTISEMENT
Kusnadi juga mengaku ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa untuk terjun ke politik tidak butuh modal besar. Motivasi itulah yang membuladkan tekadnya untuk menyetujui pinangan Partai PKB untuk nyaleg dan berhasil menduduki kursi DPRD Kabupaten Sintang.
“Kemarin keinginannya mau membuktikan apa benar kalau mau jadi dewan harus untuk orang berduit. Jadi, saya niat awalnya mau membuktikan itu, kalau tanpa duit juga Insya Allah kita mampu, karena tidak semua harus dinilai dengan uang. Dan hasilnya hari ini terbukti,” jelas Kusnadi.
Dibebani kepercayaan masyarakat, Kusnadi berjanji akan memperjuangkan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat Kecamatan Serawai-Ambalau. “Mudah mudahan dalam masa jabatan lima tahun ini ada peningkatan infrastruktur. Kalau memang masih seperti ini, berarti kita gagal. Nanti sebelum jalankan program saya akan keliling desa, menghimpun aspirasi masyarakat. Kita akan menyerap, aspirasi, bukan membawa aspirasi,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Verayunita, istri Kusnadi juga mengaku bersyukur suaminya mendapat amanah untuk duduk di kursi dewan. “Alhamdulillah. Saya siap mendampingi dan menegur kalau salah,” ungkapnya. (hp9)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·