News
·
12 November 2020 12:26

Sutarmidji Laporkan Mahasiswi yang Memaki Gubernur Kalbar ke Polresta Pontianak

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Sutarmidji Laporkan Mahasiswi yang Memaki Gubernur Kalbar ke Polresta Pontianak (261096)
Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat membuat laporan di SPKT Polresta Pontianak. Foto: Administrasi Pimpinan Prov. Kalbar
Sutarmidji Laporkan Mahasiswi yang Memaki Gubernur Kalbar ke Polresta Pontianak
ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, melaporkan mahasiswi yang memaki saat berunjuk rasa, ke Polresta Pontianak, Kamis, 12 November 2020.
"Saya melapor sebagai Gubernur, bukan sebagai personal," katanya singkat.
Sutarmidji sebelumnya menegaskan tidak akan berdamai dalam kasus ini. "Kita ketemu saja di pengadilan," ujarnya kepada awak media, 11 November 2020.
Sutarmidji Laporkan Mahasiswi yang Memaki Gubernur Kalbar ke Polresta Pontianak (261097)
Gubernur Kalbar, Sutarmidji, melaporkan seorang mahasiswi yang mengumpat jabatan Gubernur Kalbar. Foto: Administrasi Pimpinan Prov. Kalbar
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada 10 November 2020, sejumlah mahasiswa berunjuk rasa. Seorang mahasiswi yang kesal karena Gubernur tak kunjung menemui mereka, akhirnya mengumpat dengan kata-kata kasar.
Rekaman video orasi mahasiswa tersebut kemudian beredar, dan sampai ke smartphone Gubernur Kalbar, Sutarmidji.
“Yang maki-maki, saya akan lapor polisi. Itu hak saya. Saya sudah bilang, sedang memberi materi dalam webinar di Kementerian LHK, dan itu untuk kepentingan masyarakat Kalbar, karena itu tentang Tora, dalam artian memberikan hak tanah masyarakat Kalbar,” jelas Midji kepada awak media, Rabu, 11 November 2020.
ADVERTISEMENT
Midji mengatakan, ia akan membawa kasus tersebut hingga ke pengadilan. Ia geram, karena cara penyampaian aspirasi yang tidak etis.
“Selesainya (webinar) kemarin sampai jam 13.30 WIB, masa saya mau tinggalkan itu. Tapi saya sudah sampaikan kepada mereka. Tapi saya tidak suka cara itu. Saya akan masalahkan ini. Maki-maki saya, saya kan melaksanakan tugas,“ paparnya.
Mahasiswi tersebut sebenarnya telah membuat video permohonan maaf. “Saya salah satu peserta aksi 10 November 2020 di depan kantor Gubernur Kalimantan Barat, dengan ini meminta maaf kepada Gubernur Kalbar, Bapak H. Sutarmidji, atas bahasa saya yang bernuansa imoral, dan tidak berkenan. Sekali lagi saya minta maaf. Mari bersama-sama kita bersinergi membangun Kalimantan Barat,” jelasnya dalam video tersebut.
ADVERTISEMENT