News
·
21 Oktober 2019 22:40

Tega Menyiksa Kucing, Terduga Pelaku di Pontianak Mengaku Diguna-guna

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Tega Menyiksa Kucing, Terduga Pelaku di Pontianak Mengaku Diguna-guna (324477)
searchPerbesar
Agus saat diinterogasi Kapolsek Pontianak Selatan, Anton Satriadi. Foto: Dok Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Polsek Pontianak Selatan, Senin malam (21/10), menangkap Agus, terduga pelaku penyiksaan kucing di sejumlah lokasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, beberapa kucing liar dan peliharaan ditemukan mengenaskan dengan kondisi mata yang tertusuk kayu tajam, pada bagian mata kanannya.
Agus adalah seorang gelandangan. Ia dicurigai oleh warga di kawasan Pontianak Selatan. Warga kemudian mengamankannya, dan menyerahkan Agus ke anggota Polsek Pontianak Selatan.
Saat diinterogasi pihak kepolisian, Agus mengaku, ia melakukan aksi kejinya karena ada yang mengguna-guna dan mengendalikannya.
"Keluarga saya tidak pedulikan saya. Seperti ada orang yang nyuruh pergi (dari rumah). Ada yang mengendalikan saya. Saya dikucilkan. Saya dibuang. Saya rasakan ada kena guna-guna orang. Saya sebenarnya sayang sama kucing. Tapi seperti ada yang ngendalikan saya," terang Agus.
Ia mengaku menyiksa kucing setiap bangun tidur di pagi hari. Menurutnya, lebih dari sepuluh kucing yang ia siksa, dengan menusukkan mata kanannya dengan kayu tajam.
ADVERTISEMENT
"Biasanya kalau bangun tidur pagi, perasaan ndak enak. Kayak ada yang mengendalikan. Biasa karena ngamuk, sampai saya lari, saya ketemu kucing, ya kucing saya pukul. Tapi kalau ketemu yang lain, tidak. Lupa sudah berapa ekor, mungkin ada di atas 10 ekor," jelasnya.
Saat diwawancarai wartawan, Agus mengatakan ia menyiksa kucing baru dalam beberapa hari terakhir. Ia juga mengaku pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong Pontianak.
"Saya (menyiksa) baru beberapa hari. Saya lupa. Saya ndak tahu hari. Biasa ketemu kucingnya di Pasar Flamboyan dan di (Kompleks) Palapa. Setelah saya tusuk matanya, saya tinggalkan dan merasa puas. Dulu memang saya pernah dirawat di RSJ Sungai Bangkong. Dibawa (ke sana) sampai tiga kali," bebernya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol Anton Satriadi, mengatakan, pihaknya masih akan mendalami terduga pelaku, karena pada awal interogasi, terduga pelaku mengaku pernah dirawat di rumah sakit jiwa.
"Kita sudah mengamankan pelaku ke Polsek Pontianak Selatan. Kita juga sudah mengamankannya dari amukan massa, untuk kita kembangkan lebih lanjut. Sementara ini, kita dalami dulu. Kita akan komunikasi dengan pihak RSJ, karena interogasi awal tadi, sepertinya terduga pelaku agak mengalami gangguan jiwa. Tapi kita akan dalami. Untuk ancaman hukuman sudah ada pasalnya, di dalam KUHP, pasal 302," ungkapnya.