Tingkatkan Kompetensi SDM, PTPN XIII Gelar Workshop for Leadership

Konten Media Partner
28 September 2022 10:04 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
PTPN XIII gelar workshop untuk tingkatkan kompetensi SDM. Foto: dok. PTPN XIII
zoom-in-whitePerbesar
PTPN XIII gelar workshop untuk tingkatkan kompetensi SDM. Foto: dok. PTPN XIII
ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII menggandeng Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Barat mengadakan Workshop for Leadership: Penguatan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit. Kegiatan tersebut bertempat di Unit Grup Kalimantan Barat PTPN XIII, Gunung Meliau, Selasa 27 September 2022.
ADVERTISEMENT
Workshop dibuka oleh Direktur PTPN XIII Rizal H. Damanik, kegiatan yang dilaksanakan secara Hybrid (Offline & Online) ini diikuti 78 peserta, terdiri dari Kepala Bagian, Grup Manajer, Manajer, Kepala Sub Bagian, Asisten Kepala dan Masinis Kepala di lingkungan PT Perkebunan Nusantara XIII.
Dalam sambutannya, Rizal H. Damanik menyampaikan bahwa manajemen merasa perlu melakukan upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi SDM. Hal tersebut sejalan dengan program transformasi bisnis PTPN Group menuju pembentukan Palm Co.
Mengenai workshop for leadership yang diadakan, Rizal menyebutkan sebagai bagian dari upaya korporasi melakukan strategi. Semua lini dan sektor ditekankan untuk melakukan upaya perbaikan penyehatan secara terus menerus dan sustain yang pada akhirnya, semua perbaikan itu akan mengerucut kepada akselerasi kinerja perusahaan.
ADVERTISEMENT
"Kami apresiasi workshop ini sebagai bagian dari initiative strategic yang akan mendukung kinerja semua sektor. Kami berharap, para peserta bisa memahami dan menindaklanjuti apa yang didapat dari workshop ini. Terima kasih juga kepada BPKP Provinsi Kalimantan Barat yang telah bekerja sama dengan PTPN XIII pada pelaksanaan workshop kali ini," ucapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi Penguatan Tatakelola Industri Sawit oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Ayi Riyanto AK, M.Si, CA, CPMA, QIA, CGCAE. Sebagai pembicara dalam workshop, ia membagi pengetahuan serta pengalamannya dalam menumbuhkan nilai-nilai leadership khususnya terkait tata kelola perusahaan yang good dan excellent.
Ayi menjelaskan dalam era perubahan yang serba cepat saat ini, organisasi harus senantiasa mempertimbangkan batasan-batasan hukum, konteks sosial dan ketidakpastian yang muncul, agar pencapaian kinerja dapat lebih optimal. Selaras dengan hal tersebut, pelaksanaan fungsi tata kelola (governance), manajemen risiko (risk), dan kepatuhan (compliance) juga tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pencapaian kinerja dimaksud.
ADVERTISEMENT
"Dalam mentransformasi nilai-nilai leadership pada diri kita, yang pertama adalah strateginya, kemudian networking, speaking, kematangan, dan personality yang kuat. Nah, Jika nilai-nilai leadership pada diri sendiri itu sudah tertanam pada diri kita masing-masing, selanjutnya akan tahu apa saja nilai-nilai leadership yang mendasari untuk meningkatkan kinerja perusahaan kesinambungan," ucapnya.
Lebih lanjut Ayi mengungkapkan Govermance, Risk and Compliance (GRC) perlu diimplementasikan jika mengacu pada kemampuan perusahaan dalam mengatasi ketidakpastian, mencapai tujuan, dan bertindak atas nama integritas, penerapan GRC bukan semata untuk memenuhi regulasi. Namun juga sebagai bentuk kesadaran internal. Sehingga, lanjutnya, perusahaan berjalan dalam suasana bisnis yang sehat, bertanggung jawab, dan berdaya tahan tinggi di tengah tantangan bisnis yang semakin kompetitif.
"Secara sederhana, hubungan di antara ketiga konsep ini dimulai dengan penetapan persyaratan kepatuhan melalui peraturan yang berlaku (compliance, C). Selanjutnya, risiko ketidakpatuhan yang muncul dari persyaratan ini dikelola oleh manajemen risiko (risk management, R). Akhirnya, rencana penanganan risiko diterapkan melalui pengendalian oleh tata kelola perusahaan (governance, G). Proses pun kembali ke bagian pertama dengan penilaian hasil penanganan terhadap pencapaian persyaratan kepatuhan," paparnya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, implementasi GRC ini mencerminkan komitmen PTPN XIII untuk meningkatkan tata kelola sehingga akuntabilitas atas proses yang dijalankan dapat selalu terjaga diperkuat dengan Human Capital yang dapat dilihat bukan dari faktor produksi saja, yang bisa “dibuang” kapanpun. Pengelolaan Human Capital juga harus dipupuk agar bisa menjadi aset. Maka dari itu, Human Capital Development Program menjadi hal yang strategis bagi perusahaan.
Sebagai informasi, GRC adalah sesuatu yang dapat diimplementasikan dalam operasional perusahaan sehari-hari, bahkan di perusahaan besar dengan kompleksitas seperti PTPN III (Persero) dan akan terlihat hasilnya melalui peningkatan kinerja keuangan.