Warga Kecamatan Singkup Ketapang Akhirnya Bisa Nikmati Listrik PLN

Konten Media Partner
27 Februari 2022 13:10
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman meresmikan listrik desa di Desa Sukasari, Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang. Foto: Dok Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman meresmikan listrik desa di Desa Sukasari, Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang. Foto: Dok Hi!Pontianak
ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak - Warga di Desa Sukasari dan Tanah Hitam di Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang kini tidak kegelapan lagi. Warga di sana sudah bisa menikmati penerangan dari listrik negara, sama dengan daerah lainnya.
ADVERTISEMENT
Sabtu malam, 26 Februari 2022, secara simbolis listrik desa ini diresmikan dan dinyalakan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdrurrahman, General Manager (GM) PLN Kalbar Ari Dartomo, dan Wakil Bupati Ketapang Farhan.
“Alhamdulillah, listrik di desa kami sudah ada. Selama ini kami pakai genset. Sebulan bisa memakan biaya sekitar Rp 1 juta lebih. Kalau sekarang, palingan Rp 200 ribu,” kata M Abdurrohim Paryo, pengurus pondok pesantren tempat dinyalakannya listrik secara simbolis oleh Maman Abdurrahman.
Paryo yang juga tokoh masyarakat ini, mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang sudah memperjuangkan hadirnya listrik di desa mereka. Karena hasil dari perjuangan menghadirkan listrik desa ini dianggap sangat meringankan beban masyarakat.
“Terima kasih banyak Pak Maman dan pihak lainnya. Dengan adanya listrik desa ini, sudah jelas meringankan beban masyarakat Desa Sukasari, yang selama ini biaya untuk penerangan sangat besar. Sekarang palingan warga bayar Rp 200 ribu dari biasanya sekitar Rp 1 juta lebih,” katanya.
ADVERTISEMENT
Secara pribadi pun, kata Paryo, listrik desa ini benar-benar membantu meringankan beban pengurus pondok pesantren. Karena, selama ini pengelola menggratiskan para santri untuk belajar agama. Artinya, dengan adanya listrik desa ini, pengelola bisa jauh lebih hemat.
Usai meresmikan listrik desa ini, Maman Abdurrahman yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kalbar menitip pesan kepada warga agar bisa menggunakan listrik sesuai kebutuhan.
“Semoga dengan dinyalakannya listrik ini bisa betul-betul menjadi simbol kemajuan Desa Sukasari, Kecamatan Singkup,” ucap Maman.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ia menerangkan, peresmian di Desa Sukasari ini untuk mewakili 80 desa di Kalbar yang turut mendapatkan jaringan listrik. “Jadi, listrik ini memang menjadi bentuk kerinduan dan harapan masyarakat. Karena puluhan tahun mereka belum tersentuh listrik,” kata Maman.
ADVERTISEMENT
Hadirnya listrik desa ini, kata Maman, merupakan hasil kolaborasi dan sinergitas bersama. Artinya, jika tidak dikerjakan bersama-sama, tidak akan mungkin dari yang biasanya setahun hanya 30 desa terpasang listrik, kini menjadi 80 desa per tahun.
“Sekarang setiap tahun 80 desa masuk listrik. Ini yang akan terus diperjuangkan. Karena masih ada kurang lebih 400 desa lagi di Kalbar yang harus diperjuangan mendapatkan listrik desa. Agar semua bisa merasakan keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Maman berharap, jika nantinya 400 desa itu teraliri listrik, masyarakat di sana bisa betul-betul merasakan bahagianya menjadi masyarakat Kalbar, bahagianya menjadi rakyat Indonesia.
“Mohon doanya, agar kami selalu sehat agara bisa terus berjuang. Karena listrik inikan sumber energi utama untuk meningkatkan perekonomian, untuk melaksanakan ibadah dan seluruh aktivitas sosial,” tutup Maman.
ADVERTISEMENT
GM PLN Kalbar Ari Dartomo menambahkan, PLN membangun jaringan listrik tegangan menengah (tiga kabel 20 kV) di dua desa Kecamatan Singkup sepanjang 9,5 kilometer. Begitu juga jaringan listrik tegangan ringan dipasang sepanjang hampir 9 kilometer. Selain itu, dipasang juga tiga gardu dengan kapasitas 300 KWh.
“Untuk biaya pembangunan di dua desa ini PLN mengalokasikan Rp4,2 miliar. Itu belum termasuk biaya yang tidak kelihatan,” katanya.
Ari memohon kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga jaringan listrik yang sudah dipasang ini. Karena, kata dia, jaringan llistrik tegangan menengah
“Kalau ada dahan sawit yang melambai ditiup angin lalu kena kabel, maka listrik bisa mati. Karena sensitif sekali. Artinya apa, kita perlu memahami kondisi itu, maka jaringan harus bersih,” tutupnya. *
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020