kumparan
9 Maret 2019 2:21

5 Pertunjukan Teater Musikal Keren Mahasiswa Indonesia di Singapura

Kegiatan pertunjukan teater musikal berbasis budaya Nusantara merupakan salah satu hal yang diminati oleh mahasiswa Indonesia dari berbagai universitas di Singapura, khususnya yang berada pada jenjang sarjana (undergraduate). Kerinduan terhadap budaya Indonesia memacu mereka untuk berkarya di bidang ini, hingga memproduksinya sendiri. Hal ini telah menjadi kebanggaan mereka.
ADVERTISEMENT
Di tengah kesibukan studi di berbagai disiplin ilmu yang sebagian besarnya sama sekali tidak berkaitan dengan bidang seni (arts) ataupun teater musikal (musical theatre), tiap edisi diproduksi dengan sangat rapi, artistik, profesional, dan dikemas secara menarik. Mereka menargetkan penonton lintas budaya (cross-culture), tanpa melupakan unsur budaya Nusantara yang selalu menjadi ide mendasar (storyline) tiap pertunjukan.
IAF 2015 – “Chest of Shadows” (sumber: Facebook Page IAF @IndonesianArtsFest) https://www.facebook.com/IndonesianArtsFest/photos/a.415211441878914/1342002695866446/?type=3&theater
Sepanjang tiga tahun masa penugasan di Singapura, saya selalu mengupayakan untuk tidak melewatkan berbagai pertunjukan teater musikal rekan-rekan mahasiswa Indonesia. Tampak jelas dari tahun ke tahun setiap pertunjukan yang digelar kian tinggi kualitasnya baik dari sisi artistik, konsep maupun para pemeran (casts) yang terlibat di dalamnya.
Bahkan di beberapa universitas, para pemeran yang terlibat tidak hanya berasal dari Indonesia melainkan juga para mahasiswa Singapura dan mahasiswa internasional dari berbagai negara lainnya.
ADVERTISEMENT
Ketika menyaksikan pertunjukan yang ditampilkan rekan-rekan mahasiswa, saya seperti dibawa menyaksikan pertunjukan Broadway di New York, dengan cita rasa Nusantara. Dari sisi teknis dan dana, dari tahun ke tahun, para sponsor dari sektor swasta dan donatur yang bersedia memberikan dukungan juga semakin banyak. Pertunjukan yang ditampilkan juga menarik semakin banyak minat penonton.
Corporate Video dan Behind the Scenes ICN 2019 – “Arunika: Musical”
Berikut adalah lima pertunjukan Teater Musikal Berbasis Budaya Nusantara Keren ala mahasiswa Indonesia, yang populer dan ditonton ratusan warga Indonesia dan warga negara asing di Singapura.
  1. NUANSA
NUANSA adalah pelopor pertunjukan teater musikal berbasis budaya Nusantara yang diproduksi oleh Nuansa Cultural Productions, lini production theatre yang berbasis dan didirikan oleh oleh mahasiswa Indonesia di National University of Singapore (NUS). Nama “NUANSA” dipilih karena kata tersebut menyatukan kata “NUS” dan “INDONESIA”.
ADVERTISEMENT
Melalui NUANSA, para mahasiswa Indonesia di Singapura berharap berkontribusi nyata dalam mempertunjukkan dan menjaga kelestarian kebudayaan Indonesia yang kaya dan beragam. Sepanjang 11 tahun penyelenggaraanya, NUANSA telah menampilkan pertunjukan dari 11 cerita yang diadaptasi dari Sabang sampai Merauke. Pertunjukan NUANSA biasanya diselenggarakan pada September atau Oktober tiap tahunnya.
NUANSA 2019 – “Tasasek: The Courage to Choose” (sumber: Facebook Page NUANSA @nuansa.culturalproductions Cultural Production) https://www.facebook.com/nuansa.culturalproductions/)
Setiap produksi, NUANSA secara konsisten menunjukkan keindahan dan keanekaragaman budaya Indonesia dalam balutan musikal kontemporer tanpa mengurangi keaslian budaya dan keindahan artisitik. Pertunjukan pertama NUANSA dilaksanakan pada tahun 2007 dan mengangkat cerita tentang Candi Prambanan dan Roro Jonggrang.
Promo Trailer Pementasan NUANSA Tahun 2015 – “The Flowers of Asmat”
Pertunjukan NUANSA tahun 2018 berjudul Tasasek: The Courage to Choose, yang mengambil adaptasi novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis, dilatarbelakangi budaya Minangkabau era 1920-an, ketika kolonialisme masih berada di Indonesia. Edisi terakhir pertunjukan NUANSA tahun 2018 diselenggarakan di Resort World Sentosa dan dihadiri oleh sekitar 700 orang penonton, baik Indonesia maupun mancanegara.
ADVERTISEMENT
  1. Indonesian Cultural Night (ICN)
ICN adalah pertunjukan teater tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Indonesia di Nanyang Technological University (NTU). Tujuannya untuk menunjukkan kesenian dan kebudayaan Indonesia dalam bentuk teater musikal.
Pertunjukan perdana ICN dalam bentuk teater musikal dilangsungkan pada tahun 2008 dengan judul Merah Putih: Kembali ke Hati. Saat itu, tema yang diambil adalah mengenai malam perayaan kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Hingga saat ini, ICN telah menampilkan sekitar sembilan pertunjukan yang telah melibatkan lebih dari 500 orang dan berhasil menjangkau lebih dari 2000 penonton, baik masyarakat Singapura ataupun masyarakat Indonesia di Singapura. Pertunjukan teater musikal ICN biasanya dilaksanakan pada Januari atau Februari tiap tahunnya.
ICN 2019 – Arunika: A Musical (sumber: Instagram ICN @icnmusical)
Dari tahun ke tahun, ICN memberikan portret tentang sejarah dan kebudayaan Indonesia. Dari mulai sejarah yang diadaptasi hingga cerita distopia, ICN berusaha memberikan perspektif baru kepada penonton tentang Indonesia.
ADVERTISEMENT
ICN telah berhasil menjadi sebuah wahana, di mana para pelajar yang terlibat dapat mengembangkan dirinya masing-masing di berbagai bidang, mulai kesenian hingga manajemen bisnis. Terakhir, ICN memproduksi teater musikal berjudul Arunika: A Musical!, mengangkat latar belakang kebudayaan Betawi dan kisah pada zaman penjajahan kolonial Belanda.
Promo Trailer Pementasan ICN 2016 – “Nirwata: Delusions”
  1. Gelar Budaya (GAYA)
GAYA adalah sebuah pentas tahunan dalam bentuk teater musikal berbasis budaya Nusantara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Indonesia di Singapore Management University (SMU), atau dikenal juga dengan SMUKI. Pertunjukan GAYA pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007. Pada awalnya, GAYA bertujuan memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat Singapura, khususnya mahasiswa-mahasiswi di SMU.
Di samping itu, GAYA juga menjadi medium bagi mahasiswa-mahasiswi Indonesia untuk memupuk terus kecintaan mereka terhadap Indonesia. Pertunjukan teater musikal GAYA biasanya dilaksanakan pada Februari atau Maret tiap tahunnya.
GAYA 2017 – “Kisar: The Turning Point” (sumber: https://www.sekolahsg.com/blog/international-gaya-2017/)
Dalam perkembangannya, GAYA telah berhasil menarik minat mahasiswa-mahasiswi mancanegara, seperti dari Singapura, Tiongkok, Republik Korea, Malaysia, Vietnam, India, dan banyak lagi. Mereka mengambil bagian dalam pentas GAYA dan turut mempromosikan dan menampilkan keindahan seni dan budaya Indonesia.
ADVERTISEMENT
Popularitasa GAYA di kalangan teater musikal di Singapura menarik minat sejumlah aktor dan aktris sinetron lokal di Singapura, yang pada akhirnya juga pernah mengambil bagian sebagai leading cast dalam beberapa edisi GAYA. Pertunjukan pertama GAYA berlangsung pada tahun 2008 dan mengambil judul Gajah Mada dengan cerita perjuangan Gajah Mada menyatukan kerajaan-kerajaan seantero Nusantara.
Edisi terakhir GAYA tahun 2019 mengambil judul Sangharsa: The Struggle, yang mengambil latar belakang Kerajaan Mataram di Nusantara.
Promo Trailer Pertunjukan GAYA 2019 – “Sangharsa: The Struggle”
  1. Indonesia SIM Gathering Night (INSIGHT)
INSIGHT merupakan pertunjukan teater drama musikal berbasis budaya Nusantara yang diselenggarakan oleh mahasiwa Indonesia di Singapore Institute of Management (SIM). INSIGHT pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 dan berkonsep acara makan malam. Barulah pada tahun 2011, konsep makan malam tersebut diubah menjadi teater musikal.
ADVERTISEMENT
Edisi terakhir INSIGHT tahun 2009 mengambil judul Achroma: Life the Colors, yang menampilkan latar belakang kehidupan metropolis di Jakarta. Pertunjukan teater musikal INSIGHT biasanya dilaksanakan pada Januari atau Februari tiap tahunnya.
INSIGHT 2019 – “Achroma: The Musical” (sumber: Instagram @insight_insim)
  1. Indonesian Arts Festival (IAF)
IAF merupakan pertunjukan teater musikal berbasis budaya Nusantara yang diselenggarakan oleh gabungan dari berbagai mahasiswa Indonesia dari berbagai universitas di Singapura, yang berada di bawah koordinasi Perhimpunan Pelajar Indonesia di Singapura (PPIS).
Edisi perdana IAF dilaksanakan pada tahun 2003 dan mengambil tema “Sebuah Awal” yang menampilkan medley dari beragam kesenian tradisional Indonesia dari Tari Kecak (Bali) yang sakral dan agung, diikuti oleh Tari Piring yang enerjik (Minangkabau), Tari Agung Saman (Aceh) dan tarian tradisional-kontemporer Jawa yang anggun.
ADVERTISEMENT
Kurang lebih 900 orang penonton asal Indonesia dan mancanegara hadir dalam edisi perdana yang diselenggarakan di Victoria Theatre, salah satu teater pertunjukan ternama di Singapura. Oleh karena penyelenggaraan yang bersifat kolektif antara seluruh universitas di Singapura, IAF tidak diselenggarakan secara rutin/tahunan sebagaimana pertunjukan teater musikal lainnya.
IAF 2015 – “Chest of Shadows” (sumber: Instagram IAF @indoartsfest)
Edisi terakhir IAF dilaksanakan pada tahun 2017 dengan judul Clash of Two Worlds, yang mengambil latar belakang cerita perjuangan di zaman Kolonial Belanda di Pulau Banda. IAF 2017 juga merilis album soundtracks dari seluruh lagu musikal dalam Clash of Two Worlds, yang dapat diunduh melalui platform Spotify.
After Movie dari IAF 2017 – “Clash of Two Worlds”
Sungguh suatu kebanggaan bagi saya dan juga seluruh elemen masyarakat Indonesia di Singapura untuk dapat menyaksikan dan memberi dukungan kepada beragam pergelaran teater musikal yang dipersiapkan oleh mahasiswa Indonesia di Singapura.
ADVERTISEMENT
Pertunjukan teater musikal ini tidak hanya berhasil merayakan keragaman budaya Indonesia, menunjukkan berbagai warna dan ragam olah gerak, suara, maupun rasa dari berbagai kelompok budaya Indonesia, bahkan inovasi-inovasi kontemporer kepada masyarakat Singapura dan publik internasional di Singapura.
Dalam survei singkat yang dilakukan terhadap para mahasiswa Indonesia yang pernah terlibat dalam pementasan teater musikal berbasis budaya Nusantara di Singapura, sebanyak 90% menyatakan setuju bahwa pementasan teater musikal berkontribusi kepada upaya diplomasi Indonesia melalui medium seni dan budaya.
Dalam dunia yang sangat saling berhubungan ini, diplomasi melalui seni dan budaya berperan penting untuk membuat masyarakat antarnegara menjadi saling lebih mudah memahami dengan lebih baik dan membuka kesempatan yang makin luas untuk bekerja sama.
ADVERTISEMENT
Jika berkesempatan ke Singapura pada bulan Januari sampai dengan Maret atau September sampai dengan Oktober, jangan terlewat untuk menyaksikan salah satu dari pertunjukan teater musikal di atas. Dijamin tidak akan menyesal!
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan