kumparan
14 Mar 2019 4:21 WIB

6 Hal yang Perlu Diperhatikan WNI Jika Ingin Menikah di Singapura

Ilustrasi pernikahan beda negara Foto: freegreatpicture
Berdasarkan pengamatan sepanjang menjalankan penugasan di KBRI Singapura, negara Singapura banyak dijadikan pilihan tempat untuk menautkan dua hati dalam ikatan sakral pernikahan.
ADVERTISEMENT
Khususnya antara Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Warga Negara Singapura atau Warga Negara Asing (WNA) lainnya, ataupun sesama WNI yang memiliki perbedaan agama.
Ketentuan hukum pernikahan setempat dipandang lebih efisien, tidak berbelit-belit, dan lebih memiliki keberpihakan terhadap pasangan yang berbeda kewarganegaraan atau berbeda agama dibanding dengan ketentuan undang-undang perkawinan yang berlaku di Indonesia.
Ilustrasi Pernikahan di Singapura (Foto: http://www.localmedia.sg/wp-content/uploads/2015/11/Singapore-Wedding-Photographer-009pp_m1320947581_a28_pBL.jpg)
Berikut adalah 6 hal yang perlu diperhatikan WNI apabila memilih dan memiliki keinginan untuk melaksanakan pernikahan di Singapura.
  1. Para Pihak
Sesuai hukum positif di Singapura, pernikahan yang sah dan diakui negara adalah pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita. Singapura tidak mengakui adanya pernikahan sesame jenis.
Para pihak yang dapat melaksanakan pernikahan di Singapura adalah warga negara Singapura, warga negara asing yang bermukim tetap di Singapura (Permanent Resident), warga negara asing yang telah diberikan izin tinggal terbatas oleh otoritas Pemerintah Indonesia dan juga warga negara asing lainnya.
ADVERTISEMENT
Ketentuan hukum Singapura mengatur sejumlah larangan pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita dengan keterkaitan hubungan tertentu, yang dapat dirujuk pada situs portal Kantor Pencatatan Pernikahan Sipil (Registry of Marriages atau ROM).
Ilustrasi Pernikahan (Foto: http://barca-manchester.co.uk/wp-content/uploads/2016/02/shutterstock_597022424.jpg)
  1. Persyaratan Dasar
Ketentuan hukum pidana Singapura, usia dewasa bagi seorang pria dan seorang wanita untuk dapat melaksanakan pernikahan yang sah di hadapan negara adalah telah mencapai usia 21 tahun.
Perundangan-undangan Singapura mengizinkan pernikahan oleh pasangan yang salah satu atau keduanya sudah melewati usia 18 tahun tetapi belum mencapai usia 21 tahun, sepanjang telah memperoleh dengan persetujuan tertulis dari orang tua atau wali sah yang bersangkutan.
Ilustrasi Foto Pernikahan (Foto: https://www.freepik.com/free-photo/groom-putting-ring-bride-s-finger_937752.htm)
Masing-masing calon pasangan tidak sedang berada atau terikat status hukum pernikahan dengan orang lain pada saat mengajukan permohonan. Jika sebelumnya salah satu atau kedua calon pasangan sudah pernah menikah, maka harus dapat membuktikan dengan dokumen tertulis bahwa penikahan sebelumnya telah dibubarkan secara hukum.
Ilustrasi Dokumen Bukti Perceraian (Foto: https://www.freepik.com/free-photo/certification-divorce-isolated-white-table_3075194.htm)
Bagi pasangan yang salah satu atau keduanya adalah warga negara asing yang tidak memiliki izin tinggal tetap apapun di Singapura, maka salah satu atau keduanya harus pernah tinggal dan hadir secara fisik di Singapura sekurang-kurangnya 15 hari, sebelum tanggal pengajuan permohonan pernikahan. Ini adalah syarat wajib bagi warga negara asing yang akan menikah di Singapura.
ADVERTISEMENT
Masa tinggal 15 hari dapat diakumulasi dan tidak harus berlangsung secara berturut-turut, sepanjang tidak berada dalam rentang waktu yang terlalu lama. Penghitungan hari pertama tinggal untuk persyaratan pernikahan dimulai keesokan hari setelah hari ketibaan warga negara asing di Singapura. Pendaftaran pernikahan secara online dapat diajukan di hari ke-16 setelah syarat 15 hari terpenuhi.
Ilustrasi Bukti Tanda Masuk Keimigrasian (Foto: https://www.freepik.com/free-photo/immigration-passport-stamp_1070282.htm)
  1. Dokumen yang harus dipersiapkan
Dokumen yang harus dipersiapkan bagi calon pasangan yang memutuskan untuk melaksanakan pernikahan di Singapura yaitu:
a. Tanda pengenal atau identitas diri kedua calon pasangan dan 2 orang saksi
Berupa paspor yang masih berlaku sekurang-kurangnya 6 bulan sebelum tanggal solemnisasi yang dikehendaki atau NRIC atau FIN yang merupakan kartu identitas setempat di Singapura apabila calon pasangan atau saksi memiliki status permanent resident atau memiliki izin tetap tinggal terbatas yang dikeluarkan otoritas imigrasi Singapura.
ADVERTISEMENT
b. Tanda pengenal atau identitas diri wali calon mempelai wanita untuk pernikahan yang dilaksanakan menurut tata cara Islam
c. Dokumen pendukung yang menjelaskan status sipil dari kedua calon pasangan (certificate non-impediment)
Untuk WNI, certificate non-impidement dapat diperoleh dengan mengajukan permohonan kepada Loket Pelayanan Kekonsuleran di KBRI Singapura, dengan menyerahkan dokumen asli persyaratan formulir N1 s.d N6 yang diterbitkan oleh kelurahan di mana WNI berdomisili yang masih berlaku (sekurang-kurangnya 3 bulan sejak tanggal diterbitkan).
Pengurusan certificate non-impidement di KBRI Singapura membutuhkan waktu 3 hari kerja sejak seluruh dokumen persyaratan diterima dengan lengkap pada loket pelayanan konsuler.
Ilustrasi Dokumen (Foto: https://www.freepik.com/premium-photo/stacks-documents-files-with-black-clip_3003607.htm)
  1. Pengajuan Permohonan
Pelaksanaan solemnisasi (solemnization) dan pencatatan pernikahan bagi pasangan yang keduanya merupakan Muslim dilakukan oleh Kantor Pencatatan Pernikahan Muslim (Registry of Muslim Marriages atau ROMM). Dasar hukum pelaksanaan pernikahan melalui ROMM adalah ketentuan dalam Chapter 3 Administration of Muslim Law Act (AMLA).
ADVERTISEMENT
Sedangkan pelaksanaan solemnisasi dan pencatatan pernikahan bagi pasangan lainnya dilakukan oleh Kantor Pencatatan Pernikahan Sipil (Registry of Marriages atau ROM) dan dilaksanakan sesuai dengan tata cara sipil di Singapura. Dasar hukum pelaksanaan pernikahan melalui ROM merujuk adalah ketentuan dalam Chapter 353 Women’s Charter (Women’s Charter).
Ilustrasi Pernikahan di Singapura (Foto: http://www.imoney.sg/articles/assets/wedding.jpg)
Permohonan untuk solemnisasi dan pencatatan pernikahan di ROMM, hanya dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Apply for Marriage e-services yang diakses dari situs portal ROMM. Sedangkan permohonan untuk solemnisasi dan pencatatan pernikahan di ROM, juga hanya dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Apply for Marriage e-services yang diakses dari situs portal ROM.
Jangka waktu penyampaian permohonan pelaksanaan pernikahan kepada ROMM adalah sekurang-kurangnya 7 hari dan sebanyak-banyaknya 120 hari (4 bulan) sebelum tanggal solemnisasi yang dikehendaki. Sedangkan jangka waktu penyampaian kepada ROM adalah sekurang-kurangnya 21 hari dan sebanyak-banyaknya 120 hari (4 bulan) sebelum tanggal solemnisasi yang dikehendaki.
ADVERTISEMENT
Lokasi dan alamat kantor ROMM dan ROM adalah 7 Canning Rise Singapore 179869 dengan nomor telepon (+65) 63370207 (ROMM) dan (+65) 63387808.
Singapore’s ROMM and ROM (Foto: https://addgrainonearth.com)
  1. Melaporkan Pernikahan ke KBRI
Setelah melaksanakan pernikahan di ROMM atau ROM maka WNI harus melaporkan pernikahannya kepada KBRI Singapura, untuk memperoleh surat pencatatan pernikahan (report of marriage). Surat pencatatan pernikahan yang diterbitkan KBRI atau KJRI atau KRI sebagai otoritas catatan sipil Pemerintah Republik Indonesia di luar negeri merupakan dokumen penting yang harus dilampirkan ketika melaporkan penikahan luar negeri ke kantor catatan sipil di Indonesia.
Pengajuan surat pencatatan pernikahan dapat diajukan ke Loket Pelayanan Kekonsuleran di KBRI Singapura, dengan menyerahkan dokumen asli persyaratan yang dibutuhkan yaitu dokumen asli beserta fotokopi identitas pasangan suami-istri dan dokumen asli beserta fotokopi sertifikat atau akta pernikahan yang dikeluarkan ROMM atau ROM.
KBRI Singapura (Foto: Dokumentasi Fungsi Pensosbud KBRI Singapura)
Pengurusan certificate non-impidement di KBRI Singapura membutuhkan waktu 2 hari kerja sejak seluruh dokumen persyaratan diterima dengan lengkap pada loket pelayanan konsuler. Informasi mengenai jam pelayanan konsuler KBRI Singapura dapat diakses melalui homepage KBRI Singapura.
ADVERTISEMENT
Akta atau sertifikat pernikahan yang dilangsungkan ke luar negeri memiliki kekuatan hukum yang sama dengan akta catatan sipil atau Buku Nikah KUA, apabila dilaporkan ke kantor catatan sipil setempat di wilayah domisili salah satu pasangan WNI yang melangsungkan pernikahan tersebut.
  1. Biaya
Biaya yang harus dipersiapkan pada dasarnya meliputi biaya pendaftaran ke ROMM atau ROM (S$128 untuk WNI yang berstatus sebagai warga negara asing dan bukan Permanent Resident), biaya untuk memperoleh certificate non-impediment dari KBRI Singapura (S$25), biaya untuk memperoleh surat pencatatan pernikahan (report of marriage) dari KBRI Singapura (S$30) dan biaya lainnya yang merupakan komponen biaya tiket pesawat, transportasi dan akomodasi untuk tinggal di Singapura selama menjalankan proses tunggu dan pengajuan permohonan.
Ilustrasi Biaya Pernikahan (Foto: https://cdn.aarp.net/content/dam/aarp/home-and-family/family-and-friends/2017/02/1140-bride-groom-wedding-cost-aarp.imgcache.rev03c018a277db98dd9f50db3c4091467d.jpg)
Semoga informasi yang dibagikan melalui tulisan ini berguna bagi WNI yang memutuskan untuk melaksanakan pernikahan di Singapura. Untuk WNI yang memiliki calon pasangan WNA, jangan lupa juga untuk melakukan pemeriksaan persyaratan atau dokumen tambahan yang diperlukan untuk menjamin legalitas pernikahan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum positif di negara asal calon pasangan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan