Cara Memeriksa Keaslian Situs Web agar Terhindar dari Penipuan

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semakin maraknya penipuan online, masyarakat perlu mengetahui cara memeriksa keaslian situs web. Tujuan dari penipuan di Internet adalah untuk mencuri informasi korban dan menyalagunakan untuk keuntungan finansial.
Masyarakat yang mendapatkan tautan situs web yang dikirim melalui surel (email) atau pesan teks orang tak dikenal dapat mengikuti cara memeriksa keaslian situs web yang dibagikan di artikel ini.
Cara Memeriksa Keaslian Situs Web
Dirangkum dari chase.com dan hbc.bank, berikut cara memeriksa keaslian situs web yang bisa diikuti:
1. Cek Tautan
Saat pengguna diarahkan untuk membuka sebuah situs web melalui tautan yang dikirimkan, pengguna dapat memeriksa tautan tersebut. Di bawah ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dari tautan situs web yang bisa memberitahu apakah asli atau tidak:
Apabila ada kesalahan ejaan, dipastikan bahwa situs web tersebut palsu.
Huruf 's' pada 'https' menunjukkan bahwa situs web tersebut aman.
Domain tak sesuai, bila sebuah situs web asli menggunakan .com, alamat tautan dengan alamat sama. Namun jika menggunakan domain .net dapat dipastikan situs web tersebut palsu.
2. Cek Sertifikat SSL
Meski 'https' menunjukkan bahwa situs web tersebut aman, tak menutup kemungkinan penipu menggunakan protokol tersebut. Pengguna bisa mengecek dengan melihat sertifikat keamanan situs web tersebut yang umumnya menggunakan Secure Sockets Layer (SSL).
Situs web yang menggunakan SSL umumnya memiliki simbol gembok di kolom URL.
Baca Juga: Error 503 Backend.Max_Conn Reached: Penyebab dan Solusinya
3. Periksa Halaman Kotak
Situs web asli dari perusahaan yang sah akan memberikan informasi kontak yang bisa dihubungi pengunjung, Umumnya, situs web penipuan tak akan memberikan informasi kontak tentang suatu perusahan.
Sehingga, apabila pengguna menjumpai situs web tanpa informasi kontak, bisa dicurigai bahwa situs tersebut tak aman dan merupakan perusahaan penipuan.
4. Tinjau Media Sosial Perusahaan
Pengguna dapat mengecek media sosial perusahaan terkait. Media sosial resmi dari perusahaan umumnya memiliki tanda verified (bisa berupa centang biru atau centang kuning).
Kemudian, untuk mengetahui situs web asli perusahaan tersebut, dapat mengecek di bagian bio. Sebagian besar perusahaan yang sah akan memberikan informasi kontak dan tautan situs web resmi di bagian bio.
5. Periksa Kebijakan Privasi Situs Web
Sebagian besar perusahaan yang sah akan memberikan informasi hukum dasar di situs web mereka, seperti kebijakan privasi atau kebijakan pengumpulan data. Informasi ini biasanya dapat diakses di bagian bawah, di sebelah informasi kontak.
6. Cek Melalui Google Safe Browsing Transparency Report
Terakhir, pengguna dapat mengecek melalui halaman Google Safe Browsing Transparency Report. Bukan halaman tersebut menggunakan tautan transparencyreport.google.com/safe-browsing/search.
Kemudian, masukkan tautan di kolom yang tersedia dan tekan 'Enter'. Nantinya, informasi apakah situs tersebut aman atau tidak muncul.
(NSF)
