Begini Cara Mengatur Jam Tidur Saat Ramadan Agar Tetap Produktif Kerja

Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi berdiri sejak 6 Juni 1991. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun UNISA Yogyakarta bertransformasi menjadi sebuah universitas berwawasan kesehatan.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Unisa Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bulan suci Ramadan tentu membawa perubahan rutinitas bagi umat Islam, tak terkecuali bagi para pekerja atau karyawan. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menerapkan manajemen waktu saat Ramadan yang tepat agar tubuh tidak lemas seharian.
Perubahan siklus akibat kewajiban bangun sahur sering kali membuat kita didera rasa kantuk yang luar biasa di siang hari, khususnya saat sedang menatap layar laptop di kantor. Mengapa hal ini bisa terjadi? Pemotongan durasi istirahat di malam hari serta menurunnya kadar gula darah menjadi biang kerok utama yang bisa merusak fokus dan produktivitas kerja sahabat UNISA Yogyakarta.

Produktif Kerja
Lantas, bagaimana cara mengatur jam tidur agar tidak mengantuk saat bekerja? Coba terapkan strategi berikut:
• Tidur Lebih Awal: Hindari scrolling media sosial tanpa arah. Usahakan langsung tidur setelah salat Tarawih agar tubuh mendapat jatah istirahat minimal 4-5 jam sebelum sahur.
• Sempatkan Power Nap: Manfaatkan waktu istirahat siang di kantor untuk memejamkan mata sejenak selama 15-20 menit. Ini sangat ampuh mengembalikan energi.
• Hindari Kafein Saat Sahur: Kurangi minum kopi atau teh saat sahur karena sifat diuretiknya justru memicu dehidrasi dan lemas di siang hari.
Dengan kedisiplinan mengatur jam tidur, sahabat UNISA Yogyakarta bisa tetap segar dan fokus mengeksekusi deadline tanpa harus menguap seharian. Selamat berpuasa dan tetap semangat!
Penulis: Adi Sasmito, S.I.Kom (Humas UNISA Yogyakarta)
