kumparan
search-gray
News27 Juni 2017 18:22

Aneka Kain Nusantara di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta

Konten Redaksi kumparan
Kain tenun di Bandara Soekarno Hatta
Kain tenun di Bandara Soekarno Hatta (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terkenal dengan ragam hias kriya nusantaranya yang sangat beragam. Tak heran, jika sentuhan kriya nusantara dalam bentuk tekstil juga ikut ditampilkan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
ADVERTISEMENT
Tepat di persimpangan antara terminal keberangkatan domestik dan internasional, kita bisa menemukan berbagai jenis kain yang dipamerkan. Kain-kain tersebut merupakan kain khas berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia.
Salah satunya adalah Tenun Badong Tencep yang berasal dari Kalimantan Timur. Kata Badog Tencep sendiri berasal dari bahasa Dayak Benuaq yang berarti ketika menenun, kain langsung ditancapkan.
Kain tenun di Bandara Soekarno Hatta
Kain tenun di Bandara Soekarno Hatta (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Kain ini menyimpan sejarah yang cukup unik, lho. Dulu, ketika belum ada kain, masyarakat Dayak menggunakan serat tanaman Doyo untuk ditenun menjadi ulap atau rok perempuan. Ada beberapa motif yang biasa ditemukan pada Badong Tencep seperti Tirap Monte, Jemaq dan Puncak Rebung.
Selain itu, dipamerkan juga Tenun Tapis Lampung yang terkenal dengan teknik sulam benang emas dan peraknya. Kain ini sendiri sebenarnya ditenun dengan menggunakan serat kapas. Namun, untuk menghasilkan motifnya, pengrajin harus menggunakan teknik sulam dengan menggunakan benang emas dan perak sehingga menghasilkan efek timbul yang khas.
ADVERTISEMENT
Tenun Tapis Lampung yang dipamerkan di Terminal 3 menggunakan motif Bintang Perak yang pada abad 18 biasa digunakan untuk menyambut tamu dan untuk upacara adat seperti pernikahan. Motif ini sendiri memiliki makna agar si pemakai menjadi sumber kebaikan bagi orang lain.
Kain tenun di Bandara Soekarno Hatta
Kain tenun di Bandara Soekarno Hatta (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Berdasarkan pantauan kumparan (kumparan.com), kita juga bisa menemukan Songket Pandai Sikek khas Tanah Datar, Sumatera Utara, yang terkenal. Kain berwarna merah-emas ini terkenal dengan kehalusan dan keberagaman motif yang penuh dengan filosofi adat istiadat masyarakat Minangkabau.
Untuk Songket Pandai Sikek yang dipamerkan, tampak menggunakan perpaduan motif Sulam Suji Cair dari Koto Gadang. Seperti kain daerah Minangkabau lainnya, Songket ini juga memiliki tumpal atau kepala kain yang menggunakan motif pucuk rebung dan bunga mawar.
ADVERTISEMENT
Selain ketiga kain tersebut, masih ada kain-kain dari daerah lain seperti Tenun Gedogan dari Tuban, Jawa Timur, Songket Bali motif Singa dari Karang Asem, Tenun Sasak dari Lombok, NTB, Tenun Toraja dari Sa'dan, Sulawesi Selatan dan masih banyak lagi.
Kain tenun di Bandara Soekarno Hatta
Kain tenun di Bandara Soekarno Hatta (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Informasi lengkap soal bandara di Indonesia dan segala fasilitasnya bisa Anda pantau di aplikasi Indonesia Airports.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white