• 1

Bos Cyrus Network Siap Kembalikan Uang dari Wali Kota Cimahi ke KPK

Bos Cyrus Network Siap Kembalikan Uang dari Wali Kota Cimahi ke KPK



KPK

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Nikolaus Harbowo/kumparan)

CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi dicecar penyidik KPK soal uang pembayaran konsultasi politik dari Wali Kota Cimahi nonaktif Atty Suharti. Penyidik KPK menduga, uang yang diterima Cyrus dari Atty bersumber dari uang korupsi pembangunan Pasar Atas Baru Cimahi.
“Pas KPK menggeledah rumah Bu Atty, ditemukan bukti pembayaran ke Cyrus. Itu kemarin ditanyakan dan saya akui memang kami ada kerjasama sebagai konsultan dengan Bu Atty,” kata Hasan saat dikonfirmasi kumparan, Sabtu (24/12).
Hasan menjelaskan, Cyrus Network memang memiliki kontrak kerjasama dengan Wali Kota Cimahi terhitung sejak September-Februari. Cyrus menjual jasa konsultasi dan survei untuk memenangkan Atty dalam Pilwalkot Cimahi 2017.
“Kerjasama kami dari September sampai Februari 2017. Jadi memang hanya untuk kepentingan Pilkada,” jelasnya.
Atty membayar jasa Cyrus dengan cara dicicil. Hingga saat ini, Atty belum melunasi pembayaran kepada Cyrus sesuai komitmen di awal kerjasama.
KPK menduga, uang yang digunakan untuk membayar Cyrus adalah uang hasil korupsi. Penyidik pun meminta agar Hasan mau menyerahkan uang pembayaran dari Atty ke KPK.
“Kami siap kooperatif dengan KPK, bila memang uang itu bersumber dari gratifikasi, maka kami dengan senang hati akan menyerahkan ke KPK,” tegasnya.
Sayangnya, Hasan tidak mau menyebut berapa uang yang telah diterima dari Atty, termasuk saat ditanya besarannya antara Rp 1-1,5 miliar. Dia hanya mengungkapkan, Cyrus sejauh ini sudah melakukan dua kali survei untuk Atty.
“Untuk jumlahnya tentu itu rahasia perusahaan. Kami sudah melakukan dua kali survei di Cimahi dan yang sudah kami terima adalah pembayaran untuk jasa survei dan konsultasi itu,” tegasnya.


NewsKPKKorupsi

500

Baca Lainnya