Pencarian populer

Korban First Travel Sudah Bisa Ambil Paspor di Bareskrim

Korban First Travel mengambil paspor di Bareskrim (Foto: Iqra Ardini/kumparan)
Korban First Travel membeludak di Auditorium Bareskrim Polri sejak pagi. Mereka menuntut pengembalian paspor.
ADVERTISEMENT
Kericuhan sempat terjadi karena sebagian besar korban First Travel memaksa mengambil paspor di luar jadwal. Namun situasi dapat diatasi dengan pembatasan jumlah orang yang masuk ke dalam auditorium.
Kanit V Subdit V Jatanwil Bareskrim Polri, AKBP Arvan Rivai, menjelaskan seharusnya korban yang dijadwalkan mengambil paspor hari hanya yang sudah ditelpon sebelumnya oleh Bareskrim.
"Teknis pengembalian paspor itu sebetulnya kita menelpon jemaah. Jadi begitu datang langsung saya serahkan, udah siap dokumennya. Sekarang ada yang datang tidak sabaran sebenernya ya, dipikirnya begitu datang langsung diserahin paspor, tapi kan enggak bisa," kata Arvan di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Selasa (29/8).
Korban First Travel mengambil paspor di Bareskrim (Foto: Iqra Ardini/kumparan)
Arvan menuturkan, korban yang sudah dijadwalkan bisa langsung masuk ke Auditorium lantai 1 Bareskrim. Di sana, sudah tersedia koper-koper berisikan dokumen korban yang dipisahkan per agen. Korban lalu dipersilakan mencari dokumen milik mereka sendiri setelah menyerahkan fotocopy KTP, Kartu Keluarga, dan bukti pembayaran.
ADVERTISEMENT
Salah satu korban First Travel, Salim, mengaku datang ke Bareskrim Polri hari ini setelah dihubungi agen umrahnya. Ia sudah menunggu selama satu jam, namun belum bisa masuk karena antreannya panjang.
Korban First Travel mengambil paspor di Bareskrim (Foto: Iqra Ardini/kumparan)
"Saya disuruh ambil paspor datang  ke Bareskrim. Ngantre dari jam 11.00 WIB sampai sekarang (pukul 12.00 WIB) belum bisa masuk. Antre, sekali masuk cuma 30an orang. Di dalam juga orang mencari dokumennya ada yang sampai dua jam," ujar Salim. 
Arvan mengimbau korban First Travel tertib jadwal dan menunggu telepon dari Bareskrim agar proses pengambilan paspor tidak ricuh. Pihaknya akan terus membuka crisist center sampai semua korban mendapat paspornya kembali.
"Sampai waktu tidak terhingga lah pokoknya, pokoknya sampai polisi jungkir balik untuk menangani ini," kata dia.
ADVERTISEMENT
Infografis Nilai Korupsi Anniesa Hasibuan (Foto: Bagus Permadi/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80