kumparan
11 Agu 2017 18:23 WIB

Saksi Kunci Korupsi e-KTP Tewas Bunuh Diri di Amerika Serikat

Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)
Saksi kunci kasus korupsi e-KTP, Johannes Marliem, tewas di Amerika Serikat. Johannes dikabarkan tewas karena bunuh diri.
ADVERTISEMENT
Johannes merupakan salah satu saksi penting di kasus e-KTP. Dialah yang memegang rekaman percakapan sejumlah orang yang terkait korupsi e-KTP, termasuk Setya Novanto.
KPK mengaku sudah mendengar kabar Johannes meninggal. Namun, KPK tidak mengetahui penyebab pasti meninggalnya saksi kunci itu.
“Saya dapat info Johanes meninggal dunia. Kami belum dapat info rinci karena ini terjadi di Amerika,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah, Jumat (11/8).
Johannes Marliem (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
Febri menjelaskan, meninggalnya Johannes tidak akan menganggu penyidikan kasus e-KTP. Menurutnya, penyidikan e-KTP akan tetap berjalan karena KPK sudah memiliki bukti yang sangat kuat.
“Proses penyidikan kasus ini akan tetap berjalan. Info lebih rinci otoritas dari aparat pihak setempat,” jelas Febri.
Johannes Marliem memiliki bukti rekaman pembicaraan dengan para perancang proyek e-KTP. Termasuk rekaman pertemuannya dengan Setya Novanto. Rekaman itu dibuat di setiap pertemuan, selama empat tahun lamanya.
ADVERTISEMENT
Penyidik KPK telah meminta keterangan Johannes Marliem. Pemeriksaan pertama dilakukan di Singapura pada Februari 2017 dan yang berikutnya di Amerika Serikat pada bulan Juli ini.
Pemeriksaan di Amerika bahkan dihadiri dua pejabat selevel direktur. Johannes Marliem adalah Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan penyedia layanan teknologi biometrik.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan