kumparan
4 Jan 2019 9:39 WIB

In Memoriam Torro Margens

Torro Margens Wafat. (Foto: Instagram/@tomamargens)
Selamat jalan, Kawan.
Dunia perfilman Indonesia Jumat dini hari (4/1) kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya: Torro Margens. Aktor pemeran tokoh antagonis paling berbakat. Pria kelahiran Pemalang yang bernama asli Sutoro Margono itu meninggal dunia di RS di Sukabumi akibat sakit. Torro menghembuskan nafas terakhir dalam usia 68 tahun. Almarhum lahir di Paduraksa, Pemalang, Jawa Tengah, 5 Juli 1950.
ADVERTISEMENT
Kabar duka ini pertama kali disampaikan produser film sekaligus Ketua Umum PPFI, Firman Bintang. Dia sahabat almarhum yang sering mengajak Torro membintangi film-filmnya.
“Sempat dirawat di RS 3 hari,” kata Firman tadi pagi.
Torro meninggalkan seorang istri dan tiga anak dari perkawinan pertama, dengan almarhum istrinya. Salah satu putranya, Toma Margens, adalah sutradara film.
Teater Remaja dan Awal Perjalanan Karier
Bakat seni Torro sudah menonjol sejak usia muda. Ia termasuk dedengkot Teater Remaja di era maraknya festival teater remaja di lima wilayah Jakarta. Puluhan tahun ia ditempa di dunia panggung itu. Background teater yang membuatnya selalu tampil mengesankan berperan apa saja, di medium apa saja, pangggug teater, film, maupun sinetron.
ADVERTISEMENT
Dalam filmografinya, Torro termasuk aktor film Indonesia yang paling banyak bermain dalam film dan sinetron dengan beragam tema. Ratusan judul film dan sinetron dia sudah bintangi. Torro sendiri pun beberapa kali tampil sebagai sutradara film layar lebar maupun sinetron.
Dua minggu sebelum wafat, menurut Firman, Torro masih sibuk syuting menyelesaikan sinetron serial di Yogyakarta.
Hampir pada waktu bersamaan, ia juga membintangi film layar lebar “Uka-Uka”. Namun, Torro memang lebih dikenal sebagai aktor pemeran tokoh antagonis.
Sejak muda sampai usia lanjut memang sarat dengan aktivitas. Saya berkawan dengan Torro sejak aktif di teater remaja itu, lebih empat puluh tahun lalu.
Beberapa tahun terakhir ia tinggal di Sukabumi, sepeninggal istrinya. Di Sukabumi, ia membentuk berbagai komunitas dan sanggar teater dan film. Kegiatannya seabrek. Dia rajin menginformasikan aktvitasnya ke ponsel saya.
ADVERTISEMENT
Dan, tidak lupa menyampaikan terima kasih setiap kali kegiatannya kami beritakan. Beraktivitas itulah yang membuat hidupnya senantiasa bersemangat.
Tetapi secara bersamaan, dia tampaknya lupa sudah berusia lanjut yang memerlukan istirahat yang cukup.
Energi, ya energi kawan ini luar biasa. Ia bahkan pernah pula terjun ke politik, maju sebagai cawabup Pemalang dalam Pilkada. Dia maju bersama Cabup Iman Santosa melalui independen.
Selamat jalan, Kawan. Semoga engkau tenteram di sisi Allah SWT.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan