Konten dari Pengguna
Satu Hari, Dua Perspektif: Membangun Citra dan Menyampaikan Pesan Lewat Visual
20 Mei 2025 15:27 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Satu Hari, Dua Perspektif: Membangun Citra dan Menyampaikan Pesan Lewat Visual
Kuliah umum Ilmu Komunikasi bahas personal image dan pesan dalam video musik bersama Yudhy Widya Kusumo dan Jeihan Angga.
Ilmu Komunikasi UMY
Tulisan dari Ilmu Komunikasi UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Senin, 19 Mei 2025, menjadi hari yang penuh inspirasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Di dua ruang kelas yang berbeda, dua sosok dengan latar belakang dan gaya yang berbeda, hadir untuk satu tujuan yang sama: berbagi ilmu dan pengalaman nyata dari industri kreatif.
ADVERTISEMENT
Di ruangan Amphitheater E7 terdapat kelas personal image, yang diisi oleh Yudhy Widya Kusumo, S.Sos., M.A., seorang Master of Ceremony profesional yang sudah malang melintang di dunia Public Relations. Ia datang bukan sekadar memberi kuliah, tapi mengajak mahasiswa Public Relations mengalami langsung bagaimana membangun citra profesional. Mulai dari cara berdiri, berbicara, hingga membentuk kesan pertama yang kuat semuanya dibahas dan dipraktikkan bersama.
Yudhy dengan gaya komunikasinya yang hangat, menyampaikan satu pesan penting: kesuksesan tak bisa lepas dari bagaimana kita membangun personal image. Ia bercerita bagaimana perjalanan karirnya ditopang oleh konsistensinya menjaga citra, dan bagaimana hal itu membuka banyak pintu kesempatan.
“Image bukan soal pencitraan kosong. Tapi tentang bagaimana kita menyampaikan siapa kita, bahkan sebelum kita berbicara,” tuturnya sambil sesekali mengajak peserta untuk praktik langsung.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, di ruang Amphitheater E6, suasana tak kalah hangat. Jeihan Angga, seorang sutradara dan penulis skenario yang dikenal lewat karya-karya video musik yang kuat secara naratif, berbagi tentang kekuatan pesan dalam video musik. Materi yang disampaikan membahas penyampaian pesan dalam video musik, hal yang sudah cukup lekat dengan dunia visual yang sehari-hari digeluti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi.
Jeihan membuka mata peserta tentang bagaimana video musik bukan hanya tontonan estetis, tapi juga bisa menjadi alat komunikasi yang mempengaruhi pikiran bahkan perilaku audiens. Ia menunjukkan bagaimana visual, simbol, dan alur cerita bisa membentuk narasi yang menggugah emosi, menyentuh isu sosial, bahkan mengubah perspektif.
“Kita bisa bicara banyak lewat video musik, tanpa harus menjelaskan semuanya secara gamblang. Visual dan narasi bisa bekerja sama menyampaikan pesan secara halus tapi kuat,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Dua kuliah umum berlangsung di waktu yang sama, tapi membawa pulang pelajaran yang sama berharganya. Dari membangun citra diri hingga merancang pesan visual, mahasiswa mendapat bekal langsung dari para praktisi yang telah membuktikan karyanya di lapangan.

