Pengaruh Korean Wave terhadap Anak Muda Zaman Sekarang, Apakah Berdampak Buruk?

Inas Fatin
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Semester 3 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Konten dari Pengguna
3 Januari 2023 8:57 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Inas Fatin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber : Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Unsplash
ADVERTISEMENT
Saat ini perkembangan zaman semakin modern diiringi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Hal tersebut memudahkan orang untuk mengakses informasi mengenai dunia luar tanpa harus berkunjung ke negara tersebut. Salah satu budaya yang sedang berkembang di Indonesia saat ini yaitu budaya pop Korea atau sering kita dengar dengan istilah Korean Wave.
ADVERTISEMENT
Adanya globalisasi menjadi sebuah faktor pendukung dari munculnya Korean Wave. Globalisasi sebagai integrasi perekonomian, budaya, politik, aspek sosial, dan perkembangan teknologi yang sangat maju sehingga memudahkan bagi masyarakat untuk mengetahui berbagai informasi (Sara M. Hamilton, 2008). Aktor dan aktris serta musisi dari Korea Selatan inilah yang berhasil "menyihir" berbagai kalangan. Budaya K-Pop pun menjadi mendunia, termasuk kuliner, dan budayanya.
Seperti yang kita ketahui, banyak anak muda zaman sekarang yang tidak ingin ketinggalan mengikuti perkembangan zaman sebagai penggemar budaya K-Pop. Mereka menganggap mengikuti perkembangan tersebut merupakan sejalan dengan modernitas yang sedang marak. Dari situ mulai banyak komunitas yang muncul mengenai budaya Korea. Seperti komunitas Dance Korea di Cirebon yaitu Cirebon Kpop Dance Cover, Komunitas Fans K-Pop, Grup Online, hingga kedai makan korea yang menyediakan hidangan korea seperti kimbab, ramyeon, bulgogi, serta kimchi.
ADVERTISEMENT
Fenomena budaya Korean Wave inilah yang membuat industri fashion Korea memasuki pasar di Indonesia terutama di kota besar seperti Jakarta. Jakarta sebagai pusat pemerintahan, namun juga menjadi lokasi yang strategis bagi pelaku industri seni dari luar Indonesia, termasuk Korea Selatan untuk berbisnis dan memperkenalkan kebudayaan yang dimiliki.
Berbagai produk budaya Korea mulai dari drama, film, lagu, fashion, maupun gaya hidup mulai mewarnai kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia. Seiring para remaja begitu terobsesi dengan hal – hal yang berbau Korea. Sehingga mereka jarang mengetahui perkembangan dunia entertainment Indonesia, justru mereka lebih mengikuti serta antusias dengan perkembangan dunia entertaiment Korea.
Banyak dari mereka lebih memilih gaya fashion ala Korea, hingga mempelajari bahasa Korea tetapi jarang mempelajari bahasa daerah mereka sendiri. Perubahan kebudayaan karena faktor dari dalam para remaja ini terjadi karena mereka merasa bahwa kebudayaan yang ada sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan biologis, psikologis dan sosiologis mereka.
Salah satu makanan khas Korea yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Sumber : Unsplash
Seperti drama Korea datang membawa tontonan ringan yang bertemakan keluarga dan berbagai konflik di dalamnya yang dibungkus sedemikian rupa sehingga menarik untuk ditonton. Keberhasilan drama Korea mengambil hati para remaja Indonesia terbukti dengan tingginya minat penonton terhadap drama Korea yang pertama kali ditayangkan saat itu, yaitu Endless Love. Adegan dalam drama yang dibalut dengan kisah romantis memikat hati penonton.
ADVERTISEMENT
Setelah drama Korea berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia bahkan hampir seluruh dunia. Disinilah musik K-Pop mulai menjamur di seluruh dunia. Banyak remaja Indonesia yang menjadi penggemar boyband maupun girlband Korea seperti BTS, Blackpink, NCT, maupun Twice.
Budaya korea juga memiliki dampak negatif maupun positif bagi para remaja Indonesia. Salah satu dampak positif dari budaya Korea yaitu para remaja Indonesia mengetahui dan mengenal kebudayaan dari negara lain. Mereka juga bisa menambah teman maupun pengalaman dengan bergabung komunitas fans K-Pop. Sedangkan dampak negatif dari budaya korea sendiri yaitu adanya kebiasaan dari Korea yang tidak bisa diterapkan di Indonesia seperti perilaku hidup boros.
Banyak fans K-Pop yang rela mengeluarkan banyak duit mereka untuk membeli album idola mereka dan juga membeli tiket konser. Mereka juga cenderung lebih mencintai budaya korea dibandingkan budaya negeri sendiri. Dan dampak negatif yang paling menonjol yaitu remaja Indonesia yang mengikuti kebiasaan budaya Korea yang tidak sesuai dengan budaya kita seperti gaya berpacaran yang berlebihan serta memakai pakaian yang terlalu terbuka
ADVERTISEMENT
Untuk itu, kita sebagai generasi Z harus pintar dalam mengikuti perkembangan zaman. Kita boleh menyukai dan mengikuti budaya negara lain tetapi harus tetap ingat dan melestarikan budaya kita sendiri. Kita harus mengambil sisi positif dari budaya negara lain yang dapat kita terapkan di negara sendiri. Jangan asal mengikuti tren budaya negara luar jika hal itu tidak sesuai dengan kebudayaan kita atau dapat menimbulkan sisi negatif.
referensi : Hamilton, Sara M. (2009). Globalization. Minnesota: Abdo Consulting Group